Pendidikan Jadi Fokus Utama, Tiga Anggota DPRD Babel Tampung Aspirasi Warga Bangka Selatan di Reses Gabungan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 20:40 47 wiwik okeyboz

BANGKA SELATAN, OKEYBOZ.COM — Tiga anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Daerah Pemilihan Bangka Selatan menyerap langsung aspirasi masyarakat dalam reses gabungan Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di SMK Negeri 1 Payung, Sabtu (12/9/2026). Pendidikan menjadi isu paling menonjol, disusul permintaan dukungan sektor pertanian.

Ketiga wakil rakyat yang hadir ialah H. Jamro (PDI Perjuangan), Musani (PKS), dan Warkamni (PPP). Aspirasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan dan alokasi anggaran provinsi.

Musani menegaskan reses bukan sekadar acara seremonial.

“Tujuannya menyerap aspirasi untuk dibahas, diusulkan, dan diproses di DPRD, terutama skala prioritas bidang pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tiap wilayah berbeda, sehingga masukan langsung warga menjadi kunci agar kebijakan tepat sasaran.

Selain pendidikan, warga mengusulkan bantuan bibit sawit untuk pengembangan pertanian. Musani menjelaskan permohonan tersebut harus disertai program dan kelembagaan yang jelas agar dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian.

Sementara itu, Warkamni menyoroti peran generasi muda. Ia meminta pelajar tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi menanamkan kedisiplinan, membangun mental yang kuat, dan berani bermimpi.

Warkamni juga mengingatkan tentang program Sekolah Rakyat sebagai jalan akses pendidikan bagi yang kurang mampu.

Satu momen menarik datang dari seorang siswa yang menyampaikan banyak teman memiliki potensi dan kreativitas, namun terhalang biaya.

Mereka mengusulkan wadah kolaborasi antar-siswa SMP dan SMA agar bakat mereka dapat berkembang.

Para anggota dewan menyambut baik usulan tersebut sekaligus mengajak pelajar bergerak aktif.

“Dunia pendidikan harus kreatif. Kita yang jemput bola, jangan hanya menunggu,” tegas mereka.

Bagi warga dan pelajar di Payung, pertemuan ini menegaskan: kemajuan pendidikan tidak hanya bergantung pada anggaran dan program pemerintah, melainkan juga semangat generasi muda untuk berkolaborasi dan menciptakan peluang sendiri.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!