PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan tidak ada satu pun sekolah di wilayahnya yang menjadi korban pemangkasan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Meski Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya resmi mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang berkoordinasi langsung dengan BGN Regional Pangkalpinang.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kelembagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Al Hatas Cahyadi, mengatakan informasi mengenai pengurangan penerima MBG memang telah dikonfirmasi kepada pihak BGN.
“Saya tadi sudah koordinasi dengan kepala BGN Regional Pangkalpinang. Ada informasi bahwa akan ada pengurangan penerima manfaat MBG. Dijawab oleh beliau, untuk Pangkalpinang tidak ada,” kata Al Hatas.
Dengan demikian, siswa SD dan SMP yang selama ini telah menerima MBG dipastikan tetap mendapatkan layanan seperti sebelumnya. Tidak ada kebijakan pengurangan penerima manfaat di Pangkalpinang dalam waktu dekat.
“Jadi artinya tetap penerima manfaat seperti kemarin dan tetap berjalan hingga ke depan. Tidak ada rencana pengurangan yang dimaksud,” tegasnya.
Saat ini, pelaksanaan MBG di Pangkalpinang ditopang 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di tujuh kecamatan.
Sebarannya yakni tiga SPPG di Gabek, tiga di Bukit Intan, lima di Rangkui, dua di Taman Sari, tiga di Gerunggang, dua di Pangkal Balam dan dua di Girimaya.
Kendati demikian, persoalan di Pangkalpinang bukan lagi soal pengurangan penerima, melainkan bagaimana memperluas jangkauan layanan agar seluruh siswa dapat menikmati program tersebut.
Sejumlah kecamatan sudah sepenuhnya terlayani. Bukit Intan, Rangkui, Taman Sari, Pangkal Balam dan Girimaya disebut telah mendapatkan layanan MBG secara menyeluruh.
Sementara Gabek dan Gerunggang masih menghadapi keterbatasan cakupan karena jumlah sekolah dan siswa belum sepenuhnya sebanding dengan kapasitas SPPG yang tersedia.
“Untuk Gabek belum bisa terlayani semua karena baru ada tiga SPPG,” ujar Al Hatas.
Kondisi serupa terjadi di Gerunggang. Wilayah kecamatan yang luas dengan jumlah sekolah cukup banyak membuat tiga SPPG yang tersedia belum mampu menjangkau seluruh siswa.
Namun, persoalan itu tengah disiapkan solusinya. Pemerintah berencana menambah dua SPPG di Gerunggang sehingga cakupan layanan MBG dapat diperluas.
“Gerunggang kecamatannya luas, sekolahnya banyak, sedangkan SPPG-nya baru tiga. Ini rencananya akan beroperasi lagi dua,” katanya.
Dengan kepastian tersebut, polemik mengenai pengurangan penerima MBG tidak berimbas pada pelajar di Pangkalpinang. Program tetap berjalan, sementara pemerintah daerah berupaya memperluas jangkauannya.
Bagi sekolah dan orang tua siswa, kepastian ini menjadi kabar penting, bukan pengurangan penerima yang sedang dihadapi Pangkalpinang, melainkan pekerjaan rumah untuk memastikan semakin banyak siswa memperoleh manfaat makanan bergizi gratis. (Yuda/Radak)
Tidak ada komentar