BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM – Bupati Bangka Barat, Markus, SH, secara resmi membuka Seruni Art Festival III Kabupaten Bangka Barat Tahun 2026 yang digelar di Museum Timah Indonesia, Mentok.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wakil Bupati Bangka Barat, unsur Forkopimda, serta para peserta dan undangan.
Dalam sambutannya, Markus menyampaikan bahwa Seruni Art Festival III merupakan bukti nyata bahwa seni, budaya, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan sebagai motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memperkuat identitas masyarakat Bangka Barat.
“Festival ini adalah bukti nyata bahwa seni, budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus mempererat identitas kita sebagai masyarakat Bangka Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, festival tahun ini mengusung tema Kembangkan Bakat, Lahirkan Kreativitas, Wadah Ekspresi Seni Tari dan Peningkatan Apresiasi Generasi.
Menurut Markus, tema tersebut mencerminkan semangat untuk mendorong generasi muda agar semakin percaya diri, berdaya saing, serta tetap berakar pada budaya daerah.
Selain menampilkan seni tari, musik, dan teater, festival ini juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk berpartisipasi. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Markus menambahkan, Seruni Art Festival menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjadikan Bangka Barat sebagai destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif.
Ia menyebutkan, Bangka Barat memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata sejarah dengan jejak para proklamator di Wisma Ranggam dan Bukit Menumbing, wisata budaya melalui tradisi Melayu dan Tionghoa, hingga wisata alam dengan pantai berpasir putih dan panorama bahari.
Selain itu, potensi wisata kuliner dengan berbagai sajian khas daerah, seperti aneka kue tradisional dan otak-otak, turut menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Semua ini terangkum dalam satu ajakan sederhana namun penuh makna, ‘Ayo ke Bangka Barat’,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Markus juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Seni Seruni Production beserta 117 peserta didiknya yang telah berpartisipasi aktif dalam festival.
Ia menilai semangat dan kerja keras para peserta menjadi bukti bahwa regenerasi seni di Bangka Barat terus hidup dan berkembang.
Penghargaan turut disampaikan kepada 20 peserta Seruni Art Festival III yang berasal dari Pulau Belitung.
Menurutnya, kehadiran peserta dari Belitung menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu menyatukan masyarakat lintas wilayah, mempererat persaudaraan, serta memperluas jangkauan pariwisata budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pelaksanaan festival di Museum Timah Indonesia Mentok juga dinilai mendukung integrasi warisan sejarah, budaya, dan pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Bangka Barat.
Menutup sambutannya, Markus mengajak seluruh pihak menjadikan Seruni Art Festival III sebagai momentum kebangkitan seni dan budaya daerah sekaligus memperkuat promosi Bangka Barat di tingkat nasional maupun internasional.
” Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum kebangkitan seni budaya di Bangka Barat, sekaligus memperkuat branding daerah kita ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya.
Tidak ada komentar