
Penulis Deni Saputra
OKEYBOZ.COM.TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKB) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Bangka Selatan 2025 dan Kick Off Penyusunan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik Bangka Selatan 2025–2029, Selasa (30/01/2024).
FKB yang digelar di Ruang Studio Perencanaan Pulau Kelapan Kantor BAPPELITBANGDA Toboali-Bangka Selatan
Saat ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sedang melaksanakan penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2025 yang salah satu tahap dalam penyusunan RKPD adalah penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dimaksudkan untuk menjaring aspirasi atau harapan pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap prioritas dan sasaran pembangunan pada tahun yang direncanakan.
Tahapan lainnya yang beririsan dengan agenda perencanaan Kabupaten Bangka Selatan yaitu penyusunan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bangka Selatan 2025-2029 yang merupakan rancangan dokumen perencanaan 5 tahunan yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah,
Wakil Bupati Basel Debby Vita Dewi mengatakan, penyusunan rancangan RKPD ini merupakan awal kick off pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2025-2029.
Menurut dia, dalam pembahasan tersebut ada beberapa poin yang dibahas Pemda dalam RKPD Tahun 2025 antara lain, sumber daya manusia (SDM), infrastruktur wilayah, ekonomi, pertanian, ekonomi UMKM kreatif dan landscape perkotaan.
“Setelah itu, tinggal bagaimana kita meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada kategori tinggi. Alhamdulillah sampai hari ini progres IPM kita sudah naik di angka 69,67 point. Kami sangat yakin target IPM Basel 70,25 point bisa tercapai, artinya IPM Basel tinggal mengejar 0,58 persen untuk kategori tinggi,” kata Debby.
Lebih lanjut Wabup Debby mengatakan, untuk mewujudkan indeks pembangunan manusia (IPM) Basel dari kategori sedang menuju kategori tinggi. Pihaknya terus menggenjot capaian IPM melalui sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga ekonomi.
“Misalnya peningkatan IPM melalui sektor pertanian, yang pertama harus ada transformasi atau hilirisasi, kita tidak bisa diam hanya sebatas memberi bantuan saja. melainkan harus ada hilirisasi dari pertanian seperti CVO turunannya,” pungkasnya. (OB)
Tidak ada komentar