Willa Fatika Sari, S.E., M.MOKEYBOZ.COM, OPINI — Teknologi kecerdasan buatan atau biasa juga disebut dengan AI (Artificial intelligence) semakin mempengaruhi dunia industry termasuk di Indonesia.
Perkembangan AI memberikan dampak besar di berbagai sektor industry, salah satunya adalah semakin banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau Layoff dalam beberapa tahun terakhir.
AI mampu mengotomatisasi pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia. Hal ini membuat banyak perusahaan dari berbagai sektor mulai beralih menggunakan AI agar dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas perusahaan.
Dalam laporan McKinsey (2019) memprediksi sekitar 23 juta pekerjaan di Indonesia akan digantikan oleh AI di tahun 2030. Hal ini akan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja manusia karena tugas tersebut dapat di otomatisasi oleh mesin. Beberapa sektor industry di Indonesia yang mulai melakukan Layoff dan mengadopsi AI, diantaranya adalah salah satu Perusahaan besar yang bergerak dibidang manufaktur melakukan Layoff besar-besaran pada tahun 2022 karena memanfaatkan teknologi otomatisasi berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi produksinya.
Dan teknologi ini memungkinkan pengurangan waktu produksi hingga 20% dengan tenaga kerja yang lebih sedikit juga. Perusahaan menerapkan teknologi canggih dalam operasionalnya untuk meningkatkan efisiensi serta daya saingnya.
Di sektor keuangan, salah satu bank BUMN pada tahun 2022 juga melakukan restrukturisasi dengan cara melakukan Layoff atau PHK kepada pegawai administrasinya karena mengimplementasikan AI dalam pekerjaan analisis data dan penilaian kredit. Hal ini menjadi strategi digitalisasi dan efisiensi operasional bank (Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, 2022). Selain itu, Perusahaan di sektor lainnya yang mulai mengadopsi teknologi AI untuk meningkatkan efisiensinya adalah telekomunikasi, teknologi, dan masih banyak lagi.
Banyaknya Perusahaan yang mulai mengadopsi AI memberikan dampak negative bagi tenaga kerja di Indonesia. Pemerintah harus menyadari dampak negative yang dtimbulkan oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan ini dan memberikan solusi terhadap badai Layoff yang terjadi akibat otomatisasi AI.
Salah satunya dengan cara mendukung dan memfasilitasi re-skilling secara berkala bagi karyawan yang terdampak AI. Namun, tenaga kerja juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi di masa depan dengan mempelajari dan menguasai skill baru yang berguna dalam dunia kerja. Hal ini dikarenakan AI juga memiliki dampak positif dapat membuka peluang karir di beberapa bidang pekerjaan yang baru muncul setelah adanya AI. Artinya, terjadinya badai layoff ini bisa di manfaatkan untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih berkualitas dan siap mengahadapi perubahan teknologi yang terjadi dimasa depan.
Tidak ada komentar