Peran Pendidikan dalam Mengurangi Kesenjangan Sosial

waktu baca 3 menit
Kamis, 31 Okt 2024 16:46 93 kina

OKEYBOZ.COM, OPINI — Pendidikan tidak hanya memotori ilmu dan pengetahuan, melainkan juga sebagai
pembentuk karakter seorang individu agar dapat menjadi pribadi yang bijaksana, dan sadar akan kemampuan potensi yang terdapat dalam dirinya. Selain itu, pendidikan juga merupakan salah satu bentuk fasilitas yang diberikan oleh negara terhadap warga negaranya. Guna mencerdaskan kehidupan bangsa, negara memberikan hak pemenuhan pendidikan terhadap individu sebagai warga negara.

Dengan demikian, terdapat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai jaminan dalam mendapatkan kesempatan pendidikan dengan kualitas pendidikan yang merata. Faktanya, hingga saat ini banyak wilayah terpencil di Indonesia belum mendapatkan kualitas pendidikan yang sama seperti layaknya pendidikan di kota-kota besar.

Faktor utama penyebab ketimpangan pendidikan berawal dari permasalahan yang mendasar yakni:

Pertama, keterbatasan akses dan infrastruktur pendidikan memadai. Kedua, kondisi geografis antara pulau satu dengan pulau lainnya memiliki jarak tempuh yang lama, sering kali akses jalan yang ditempuh hanya dapat menggunakan jalur laut untuk sampai ke sekolah. Ketiga, hambatan sosial dan budaya seperti konstruksi sosial yang menganggap pendidikan bukan menjadi hal yang penting dan sebagainya.

Keempat, keterbatasan guru Kondisi ini, sering kali menjadikan tiga Mata Pelajaran (Mapel) yang berbeda diampu oleh guru yang sama lldikarenakan jumlah guru dalam lingkungan sekolah tersebut tidak mencukupi. Kelima, guru dengan kualitas rendah. Setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda sesuai kondisi demografi, ekonomi, politik, sosial budaya dan geografis masing-masing wilayah.

Salah satu kesenjangan sosial yang diakibatkan oleh kurangnya akses pendidikan yaitu terjadi di daerah provinsi bangka belitung, salah satu masalah utama yang dihadapi adalah aksesibilitas terhadap pendidikan yang berkualitas. Wilayah pinggiran sering kali infrastruktur pendidikan yang terbatas, baik dalam hal jumlah sekolah maupun ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Jarak antara sekolah dengan tempat tinggal juga bisa menjadi hambatan serius bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil.

Kendala ini dapat membatasi kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak, di Bangka belitung yang menjadi tantangan dalam menjalankan pendidikan adalah karena adanya faktor ekonomi. Akibat dari faktor ekonomi itu sendiri banyak anak-anak di Bangka Belitung mempengaruhi pendidikan hingga mereka putus sekolah sampai menimbulkan kurangnya minat dalam bersekolah lebih memilih bekerja tambang daripada bersekolah, hal ini dikarenakan adanya masalah ekoy serta kurangnya kesadaran orang tua. Selain itu, kualitas dan sumber daya manusia di bidang pendidikan juga menjadi tantangan besar. Banyak daerah pinggiran memiliki keterbatasan dalam hal kualifikasi guru dan kurangnya akses terhadap pelatihan yang memadai bagi tenaga pendidik. Selain faktor internal, aspek budaya dan sosial juga memainkan peran dalam tantangan pendidikan di masyarakat pinggiran.

Beberapa komunitas mungkin memiliki nilai-nilai yang berbeda tentang pentingnya pendidikan formal, sehingga tidak semua anak mendapatkan dukungan yang sama dari lingkungan sekitarnya untuk mengejar pendidikan tinggi. Kampanye penyuluhan tentang manfaat pendidikan dan pembentukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga Swadaya masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya juga dapat menjadi langkah penting dalam mengatasi tantangan pendidikan di masyarakat pinggiran di Bangka Belitung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!