Runtuhnya Salah Satu Pilar Ekonomi Bangka Belitung

waktu baca 2 menit
Kamis, 31 Okt 2024 15:52 36 kina

OKEYBOZ.COM, OPINI — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di dorong oleh beberapa sektor seperti industri, partanian, timah, dan perdagangan. Namun di antara beberapa sektor tersebut timah merupakan penghasil terbesar dengan rata-rata ekspor 20-30 persen kebutuhan timah dunia, pada 2023 nilai ekspor timah mencapai USD 225.799.80 cadangan timah di Indonesia di perkiraan sekitar 800 ribu ton.

tahun 2024 perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami sebuah penurunan penghasilan yang di akibatkan praktik penambagan ilegal. dalam kasus ini PT Timah  Tbk bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengola lahan secara ilegal. Di perkirakan kerugian negara mencapai Rp271 triliun ssampai Rp300 Triliun yang di perhitungkan oleh beberapa ahli.

Tak hanya itu akibatnya terhadap lingkuangan sangatlah besar, kerusakan lingkungan di tempat yang telah di tambang bisa jelas kita lihat baik dari darat maupun udara. Kerusakan ini akan meninggalkan bekas yang sangat lama, butuh waktu bertahun-tahun untuk memperbaikinya agar menjadi lebih baik.

Namun setelah kasus korupsi ini terjadi, banyak perubahan yang bisa kita lihat contohnya biasanya pasar pagi di Belitung Timur, kecamatan kelapa kampit di hari minggu sangat ramai rata- rata yang datang orang-orang yang bekerja di tambang timah. Karena biasanya di hari itu mereka dapat menjual timah dengan harga yang lumayan tinggi. Tapi sejak kasus ini terjadi kondisi pasar dapat kita lihat sangatlah sepi akibatnya para petani maupun pedagang merasakan dampaknya penjualan menurun sehingga hasil panen petani tidak bisa di pasarkan.

Para penambang tidak bisa lagi menjual hasil timah yang di dapat ke sembarang tempat, karena tempat-tempat untuk menjual timah telah di tutup. Jika ada yang buka itu pun pasti harga jual timah akan sangat menurun inilah salah satau penyebab mengapa terjadinya pemerosotan ekonomi di provinsi kepulauan Bangka Belitung karena sebagian besar masyarakatnya adalah penambang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!