
Caption : Lada Putih.
Laporan : Abi // Editor : Aditya
OKEYBOZ.COM, TOBOALI – Komoditas lada putih di Toboali tengah menghadapi tantangan besar. Minat petani untuk menanam lada putih semakin menurun, banyak yang beralih menanam kelapa sawit. Kondisi ini terjadi meskipun harga lada putih mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Harga lada putih minggu lalu bertahan di Rp138.000 per kilogram, namun pada Minggu (2/2/2025), harga naik menjadi Rp140.000 per kilogram. Meski demikian, kenaikan ini belum mampu mengembalikan semangat para petani untuk menjual hasil panen lada putih mereka.
“Hari ini lada putih sudah naik, dengan harga Rp140.000 per kilogram, minggu kemarin bertahan di Rp138.000 per kilogram,” ujar Asang, pegawai toko Akim Toboali, saat ditemui di toko tempatnya bekerja.
Menurut Asang, meskipun harga lada putih naik, volume penjualan lada di toko masih rendah. Dari pagi hingga siang, hanya sekitar satu kilogram lada putih yang masuk ke toko.
“Banyak petani sekarang sudah beralih ke sawit, jadi wajar kalau hasil panen lada putih sedikit yang dijual,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan ketidakpastian harga lada putih ke depannya. “Enggak tahu besok apakah naik atau turun, tapi kami berharap harga terus naik supaya petani semangat berkebun lada lagi,” katanya.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran pola tanam di kalangan petani Bangka Selatan. Faktor keuntungan dari sawit yang lebih stabil tampaknya menjadi alasan utama petani meninggalkan lada putih. Jika tren ini terus berlanjut, dikhawatirkan komoditas lada putih, yang merupakan ikon daerah, akan semakin sulit berkembang.
Pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dukungan lebih kepada petani lada putih agar mereka kembali tertarik menanam komoditas ini.
Tidak ada komentar