
Caption : Mendikdasmen, Abdul Mu’ti (dok. smk.kemdikbud.go.id)
Oleh: Fahmi Rahmatan Akbar
OKEYBOZ.COM, – Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah mengenai metode/cara. Metode dalam proses pembelajaran merupakan sesuatu yang sangat penting yang perlu diperhatikan oleh pendidik, yaitu seorang guru. Metode pembelajaran ini merupakan suatu cara yang teratur dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan (Ilyas and Syahid 2018).
Tujuan dalam penerapan metode pembelajaran ini adalah agar peserta didik memiliki suatu kompetensi setelah proses pembelajaran.
Tujuan dalam penerapan metode pembelajaran akan tercapai apabila metode yang digunakan dalam prose pembelajaran itu tepat dan bisa diterima oleh peserta didik. Salah satu pendekatan yang didorong oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, adalah pendekatan Deep Learning dalam proses pembelajaran.
Menteri Mu’ti menjelaskan, bahwa sebagai bagian dari kemajuan teknologi pendidikan, Deep Learning sangat penting untuk menghasilkan pengalaman belajar yang lebih mendalam.
“Pintu pertama untuk melakukan learning yang mendalam itu adalah attention atau perhatian. Proses ini melibatkan panca indera manusia, sehingga kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki akan memicu rasa ingin tahu lebih dalam pada proses belajar,” jelas Menteri Mu’ti (menpan.go.id).
Konsep Pendekatan Deep Learning
Deep Learning atau juga dikenal sebagai pembelajaran mendalam, adalah salah satu pilar penting dalam pendidikan.
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam dalam cakupan materi yang lebih sempit (ruangguru.com). Metode ini memungkinkan siswa untuk memahami dan memahami setiap mata pelajaran.
Dengan Deep Learning siswa diajak untuk belajar lebih mendalam dengan 3 elemen utama, yaitu, belajar secara lebih sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).
Dalam Deep Learning siswa didorong untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran dan menyelami topik yang sedang dipelajari. Melalui pendekatan Deep Learning, memungkinkan mereka untuk menjelajah lebih dalam dan menikmati keseluruhan lingkup topik tersebut.
“Proses ini membuat seseorang merasa gembira ketika belajar dan meraih pencerahan. Deep Learning mendorong bagaimana belajar bisa memuliakan manusia dengan segala perbedaan kemampuan dan keahliannya,” ungkap Abdul Mu’ti dalam penyampaian kuliah tamu di UMM.
Abdul Mu’ti mengatakan bahwa deep learning adalah lebih dari sekadar metode belajar yang menekankan hafalan. Tetapi lebih kepada pemahaman yang lebih baik dan pemikiran kritis yang berkelanjutan. Diharapkan dengan metode Deep Learning ini, siswa akan dapat menyimpan data dengan lebih baik dan menggunakannya dalam berbagai situasi dengan menggunakan metode ini.
3 Elemen Utama Deep Learning Ful-Ful
Pendekatan ini bertujuan untuk memberi guru kebebasan untuk mengajar sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi. Akibatnya, istilah “ful-ful” muncul untuk mencerminkan proses belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.
1. Meaningful Learning
Teori Meaningful Learning dari David Ausubel ini menjelaskan proses pembelajaran di mana guru membantu siswa mengaitkan konsep baru yang diajarkan dengan konsep yang sudah mereka pahami sebelumnya. Tujuan dari proses belajar makna ini adalah agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
Pada bagian ini, siswa akan didorong untuk memahami alasan dan relevansi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh yaitu, bagaimana matematika diterapkan dalam transaksi keuangan. Dengan adanya pengandaian konsep yang ada dalam dunia nyata, siswa akan mendapat kasus konkret di pikiran mereka, sehingga siswa dapat memaknai hal tersebut.
2. Mindful Learning
Mindful Learning memungkinkan siswa untuk selalu sadar akan proses pembelajaran mereka. Elemen ini berfokus pada pembelajaran yang penuh kesadaran.
Contohnya, siswa diminta untuk bereksperimen di laboratorium selama pelajaran tentang kalor untuk mempelajari proses dan manfaat kalor sebagai bentuk energi yang dapat dirasakan secara langsung.
3. Joyful Learning
Joyful Learning menekankan bahwa penting bagi guru dan siswa untuk membuat suasana belajar yang positif sehingga mereka dapat menikmati setiap aspek pembelajaran.
Salah satunya yaitu dengan melibatkan permainan atau aktivitas interaktif. Ini sangat penting untuk mendorong anak-anak untuk menjadi lebih aktif dan menikmati pengalaman belajar mereka.
Di bagian ini, guru harus memastikan bahwa suasana belajar tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menggugah pemikiran siswa. Ini dapat dicapai dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kuis interaktif atau permainan.
Demikian 3 Elemen Ful-Ful Dalam Pendekatan Deep Learning Pembelajaran (Mindful, Meaningful, dan Joyful).
Referensi
Ilyas, Muhammad, and Abd Syahid. 2018. “Pentingnya Metodologi Pembelajaran Bagi Guru.” Al-Aulia: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Keislaman 4 (1): 58–85.
Mendikdasmen Tekankan Peran Deep Learning dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia | Direktorat SMK
https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/mendikdasmen-paparkan-penerapan-deep-learning-untuk-tingkatkan-mutu-pendidikan
Mengenal Deep Learning, Pendekatan Belajar Baru dari Mendikdasmen
Tidak ada komentar