Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dokter Hisar Manalu, (foto : Radak) PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan, masyarakat diminta mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat, terutama demam berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dokter Hisar Manalu, mengatakan musim hujan memang belum sepenuhnya dimulai karena sejauh ini baru terjadi hujan dalam beberapa kesempatan. Namun, perubahan kondisi lingkungan dari kering menjadi tergenang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kalau sudah mulai masuk musim hujan, saluran-saluran air dan tempat penampungan yang sebelumnya kering mulai tergenang. Daerah yang tergenang itu pasti akan mengundang nyamuk,” ujar Hisar saat diwawancarai, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, masa awal perubahan cuaca menjadi salah satu periode yang perlu diwaspadai. Genangan air yang muncul setelah hujan dapat menjadi tempat nyamuk bertelur, termasuk nyamuk penyebab DBD.
Selain DBD, Hisar menyebut penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti chikungunya dan malaria juga berpotensi meningkat. Namun, DBD menjadi salah satu penyakit yang paling dikhawatirkan karena nyamuknya dapat berkembang biak di genangan air yang sangat sedikit.
“Nyamuk demam berdarah ini di mana pun ada, misalnya kaleng atau bekas-bekas cup minuman. Cetek-cetek segini saja bisa dia bertelur,” katanya.
Untuk mencegah peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat rutin membersihkan lingkungan, khususnya di sekitar rumah. Masyarakat diminta memastikan tidak ada wadah bekas yang dapat menampung air hujan.
Upaya pemberantasan sarang nyamuk juga dapat dilakukan dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan.
Hisar juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan gotong royong yang telah dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang setiap Selasa dan Jumat.
“Anjuran kami, bersihkan terutama di sekitar rumah masing-masing. Lakukan 3M, menutup, mengubur dan menguras tempat-tempat yang ada genangannya atau tempat penampungan airnya,” ujarnya.
Tak hanya penyakit yang ditularkan nyamuk, memasuki musim hujan masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit pencernaan seperti diare. Kebersihan lingkungan dan kualitas air harus tetap dijaga agar tidak menjadi sumber penyakit.
“Kalau sudah masuk musim hujan, potensi penyakit-penyakit pencernaan seperti diare juga ada. Jadi harus tetap dikontrol lingkungannya,” kata Hisar.
Dinkes mengingatkan pencegahan penyakit pada musim hujan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan mulai dari lingkungan rumah masing-masing. (Radak)
Tidak ada komentar