Bawaslu Bangka Barat Gelar Acara Penguatan Kelembagaan, Deni Ferdian : Harapkan Sinergitas Antar Lembaga Semakin Solid Jelang Pemilu Ke Depan

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Sep 2025 08:38 42 Admin

Penulis : Fatimah

OKEYBOZ. COM, BANGKA BARAT – BAWASLU Bangka Barat menggelar acara Penguatan Kelembagaan dengan tajuk “MEMPERKUAT SINERGISITAS ANTAR LEMBAGA PADA PEMILU PEMILIHAN MENDATANG DI BUMI SEJIRAN SETASON” bertempat di Gedung Perpusda Kabupaten Bangka Barat pada Selasa, (16/9/2025).

Acara yang dihadiri oleh unsur FORKOPIMDA, para kepala OPD, FKUB, KAHMI, PARTAI POLITIK, ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel EM Osykar, asisten I, sekwan DPRD Bangka Barat, Disperkimhub, ketua KPU Bangka Barat.

Ketua BAWASLU Bangka Barat Deny Ferdian dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini sama di seluruh Indonesia dan Bangka Barat mendapat kehormatan menjadi kabupaten pertama yang menggelar acara ini di provinsi kepulauan Bangka Belitung. Sebagai kabupaten yang melakukan PSU atau Pemilihn Suara Ulang,Bangka Barat terbilang kondusif. Menurut Deny, tujuan acara ini adalah untuk penguatan antar lembaga dan stakeholder.

Adapun para pembicara pada acara tersebut di antaranya Dr.rer.pol. Romy Hermawan S.50s., M.AP peneliti sekaligus Dosen pada Universitas Brawijaya, Arif Wibowo Anggota Komisi II DPR RI dan Laode Khairul Anfal Rafsanjani. EM Osykar Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel dan dosen ilmu Politik Universitas Bangka Belitung Ranto, SIP. MAP.

Dalam paparannya, Romi Hermawan mengatakan bahwa sinergitas antara lembaga di kabupaten Bangka Barat sudah baik dan bagus, hal terbukti pada acara pada hari ini semua undangan hadir. Sementara menurutnya jika di luar Bangka atau di Jawa, sulit hal seperti ini terjadi.

“Jadi menurut saya, Bangka Belitung itu sdh bagus.”
Tak lupa berdasarkan pengamatannya, politisasi birokrasi di kalangan ASN dtegaskan olehnya bahwasannya hal tersebut memang ada. Karena menurut Romy, dalam UU ASN, ASN tetap berafilasi kepada Presiden. Sementata jika mengacu pada semboyan Bangka Barat Negeri Sejiran Setason, Romy berharap nilai-nilai dari jargon tersebut ada di Bangka Barat. Salah seorang peserta diskusi, Mexi Diansyah dari GP Ansor yang merangkap Kepala Desa, memaparkan perlu adanya sosialisasi ke desa-desa. Mexi pun menyarankan jelang Pemilu ke depan, ada 60 desa di Babar bisa diberikan edukasi terkait Pemilu ke depan.

Pada sesi kedua, ketua KPU Bangka Barat Darjiyono menanggapi paparan dosen Ilmu Politik Ranto SIP, MAP mengenai pemilu e-voting, melalui digitalisasi. Darjiyono menyampaikan keberatannya karena mengingat masyarakat di pelosok selain sinyal yang belum tentu menjangkau ke seluruh pelosok desa, masyarakatnya juga belum semua melek teknologi terutama di kalangan orang lanjut usia.

Hal tersebut ditanggapi oleh Ranto bahwa dengan adanya digitalisasi Pemilu, masyarakat diharapkan lebih berani untuk menyampaikan kecurangan-kecurangan dalam Pemilu di lapangan, adanya data ganda dan sebagainya. Ranto juga memaparkan meningkatnya Politik Uang. Menurutnya, pada Pemilu 2024 kemarin, hampir 48℅ masyarakat menunggu uang, sementara di 5 tahun sebelumnya hanya berkisar di angka 33℅. Tidak adanya kaderisasi di tubuh partai, juga ditenggarai menjadi pemicu semakin maraknya politik uang.

Untuk itu Ranto mengharapkan Bawaslu melek teknologi, merambah ke ranah digital untuk meminimalisir pelanggaran-pelanggatan Pemilu di lapangan.
Osykar menanggapi hal tersebut bahwa optimistis boleh, namun realistis juga wajib mengingat hal-hal fundamental seperti infrastruktur harus dikuatkan dulu, seperti provider Telekomunikasi. Osykar juga mengatakan Bawaslu sendiri sudah menggunakan aplikasi SIWASNI dan SIWASLU untuk meminimalisir kecurangan Pemilu. Sosial kultur masyarakat Babel menurut Osykar juga menjadi salah satu sebab kenapa masyarakat takut untuk melaporkan pelanggaran Pemilu.

Kesimpulan akhir dari acara hari itu adalah perlu adanya penambahan tugas bagi Bawslu yaitu pelatihan saksi, mengingat kondisi geografis Indonesia, tekanan menjaga dan merawat demokrasi untuk menjaga kedaulatan rakyat karena berdampak pada kesejahteraan dan keberlangsungant Termasik penguatan kelembagaan. Dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung penyelenggaran Pemilu kedepan.

Sementara anggota Komisi II DPR RI Arif Wibowo yang hadir mengisi acara melalui aplikasi zoom, merangkum kegiatan Bawaslu Babar pada hari itu bahwa untuk penambahan anggaran pada sosialisasi untuk Pemilu itu memungkinkan, namun juga memiliki konsekuensi anggaran menjadi kebutuhan yang harus bisa dirumuskan dengan baik karena selain menyangkut uang yang besar, juga harus berjaga-jaga dari keterbatasan anggaran karena menyangkut kelembagaan yang lain. Arif Wbowo juga menambahkan dalam closing statetementnya antara lain :
– Bawaslu perlu melakukakn diskusi secara intensif dan berkelanjutan,
– Bawaslu harus mengoptimalkan persiapan penyelenggaraan Pemilu yang akan datang, berupa persiapan dengan cara mendorong pendirian partai-partai politik

Laode Khiarul Anfal Rafsanjani yang menjadi nara sumber terakhir dalam closing statementnya memberikan rangkuman kegiatan Bawaslu hari ini berupa :
– Evaluasi keberhasilan pengawasan sebagai modal bagi perbaikan di pemilihan berikutnya
– Penguatan dan reformasi regulasi
– Peningkatan kapasitas SDM dan teknologi
– Pemanfaatan IT dalam sistem pengawasan. (OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!