Sungailiat Genap 260 Tahun: Momentum Transformasi Menuju Kota Berdaya Saing dan Sejahtera

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 17:22 8 wiwik okeyboz

SUNGAILIAT, BANGKA, OKEYBOZ.COM – Memasuki usia ke-260 tahun pada Senin (27/04/2026), Kota Sungailiat ditetapkan resmi lahir pada tanggal 7 Rabiul Awal 1186 Hijriah bertepatan dengan 27 April 1766 Masehi. Peringatan bersejarah ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meluncurkan enam program prioritas guna mendorong transformasi menuju kota berdaya saing dan sejahtera.
Rapat Paripurna istimewa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi ini dihadiri oleh Bupati Bangka Fery Insani, Wakil Bupati Syahbudin, serta perwakilan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Eko Kurniawan. Turut hadir unsur Forkopimda, mantan Bupati Bangka Yusroni Yazid, dan seluruh pemangku kepentingan daerah.
Dalam sambutannya, Jumadi menekankan bahwa usia dua setengah abad ini bukan sekadar angka, melainkan bukti perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan zaman, termasuk dampak gejolak ekonomi global akibat konflik internasional yang mempengaruhi harga energi dan stabilitas keuangan negara.

“Melalui tema ‘Semangat HUT Kota Sungailiat ke-260: Kita Bangun Bangka dengan Harmoni’, kita ingin membangun keselarasan dalam tata kelola pemerintahan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan. Mari bersinergi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ujar Jumadi.
Sementara itu, Bupati Bangka, Fery Insani memaparkan visi besar pembangunan daerah.

Menurutnya, Sungailiat harus bertransformasi tidak hanya menjadi kota yang layak huni (liveable city) dan transit point, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka telah merumuskan enam program strategis yang menjadi fokus utama, yaitu:
1. Pengelolaan persampahan dan air minum terintegrasi.
2. Revitalisasi berbagai kawasan perdagangan.
3. Pengelolaan kawasan Pecinan dan kawasan Melayu.
4. Penataan kawasan industri jelitik.
5. Revitalisasi kawasan pasar.
6. Peningkatan pelayanan RSUD Depati Bahrin dari tipe C menjadi tipe B.

“Kita membutuhkan pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Birokrasi harus bekerja lebih lincah, responsif, adaptif, dan inovatif bersama dunia usaha, akademisi, dan masyarakat,” tegas Fery.
Hadir mewakili Gubernur, Eko Kurniawan menambahkan bahwa di usia yang matang ini, Sungailiat dihadapkan pada tantangan kompleks mulai dari pengembangan ekonomi hingga pelestarian lingkungan.

Ia menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dengan tetap menjaga kearifan lokal serta nilai budaya sebagai identitas daerah.

“Potensi pariwisata, kelautan, dan ekonomi kreatif harus terus digali agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata,” tutup Eko.

Acara ditutup dengan harapan agar Kota Sungailiat sebagai jantung Kabupaten Bangka terus maju, aman, damai, dan menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!