Pemkot Pangkalpinang Luncurkan Strategi, Naikkan Kelas 29 Ribu UMKM, Produk Lokal Mulai Tembus Pasar Ekspor

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 15:49 14 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang menyusun strategi komprehensif untuk menaikkan kelas lebih dari 29 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini meliputi stimulus permodalan, pembentukan kelompok usaha profesional, pembangunan rumah produksi berbasis potensi wilayah, hingga pembukaan akses pasar internasional.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin menegaskan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan dana, melainkan harus dibangun ekosistem yang menyatukan rantai produksi, sumber daya manusia, manajemen usaha, dan kepastian pasar. Hal itu disampaikannya usai menyerahkan bantuan permodalan kepada 90 pelaku usaha mikro di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (10/8/2026).

“Stimulus ini adalah langkah awal merangsang semangat usaha sekaligus menjaring pelaku yang memiliki potensi berkembang. Mereka akan kita kelompokkan, lalu dukung dengan fasilitas produksi yang memadai,” ujar Saparudin.

Setiap pelaku usaha mikro menerima bantuan sebesar Rp1 juta, dengan total 90 pelaku usaha yang menerima bantuan ini. Pihaknya akan memantau perkembangan usaha penerima,  sebelum menyeleksi mereka yang memiliki komitmen tinggi untuk bergabung dalam kelompok usaha yang lebih terstruktur.

Pemerintah kota juga telah membangun sejumlah rumah produksi yang disesuaikan dengan keunggulan masing-masing wilayah. Di Tuatunu, rumah produksi pengolahan nanas telah rampung dan peralatan pendukung sedang diproses melalui dukungan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Produk olahan berupa selai nanas bahkan kini rutin dikirim sebanyak 500 kilogram setiap bulan ke pasaran Jawa Barat.

Potensi wilayah lain juga dioptimalkan, Kecamatan Girimaya dikembangkan menjadi sentra otak-otak, Bukit Intan sebagai pusat kerupuk, sedangkan Pangkalbalam dan kawasan TPI Ketapang difokuskan untuk pengolahan hasil perikanan.

“Rumah produksi tak akan berguna jika tak ada pembeli. Karena itu, kita pastikan ada kepastian pasar atau mitra pembeli sebelum fasilitas tersebut dijalankan,” tegas Saparudin.

Bukan hanya pasar dalam negeri, produk UMKM Pangkalpinang kini mulai melangkah ke kancah internasional. Salah satu produk keripik (kricu) telah berhasil dikirim ke Australia setelah mendapatkan pendampingan perolehan sertifikat halal dan izin ekspor dari pemerintah kota.

Berdasarkan data Pemkot Pangkalpinang, keberadaan lebih dari 29 ribu UMKM secara tidak langsung menopang kehidupan sekitar 80 ribu warga atau hampir sepertiga jumlah penduduk kota. Oleh karena itu, penguatan sektor ini dinilai menjadi kunci utama menurunkan angka masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dinas Tenaga Kerja akan menyediakan pelatihan tenaga kerja, sementara Dinas terkait perdagangan dan perindustrian akan membina aspek mutu dan standar usaha. Semua digerakkan agar UMKM tak sekadar bertahan, tapi benar-benar naik kelas hingga mampu bersaing di pasar dunia,” pungkas Saparudin.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Muhammad Yasin menambahkan seluruh penerima telah diverifikasi berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 12 Tahun 2023. Dukungan yang diberikan meliputi selain permodalan juga pendampingan sertifikasi halal, PIRT, serta pelibatan BUMN dan perbankan untuk memperluas jejaring kerja sama.

” Kami kawal terus program ini sampai masa bakti 2029. Harapannya bantuan tidak habis dipakai konsumsi, melainkan berputar menambah omzet dan membuka lapangan kerja baru,” ujar Yasin.

Pemerintah berharap pola ini menular secara swadaya, sehingga kelompok masyarakat lain ikut membangun fasilitas produksi serupa. Ke depannya setiap kecamatan diarahkan memiliki satu sentra unggulan yang menjadi ciri khas produk Pangkalpinang di kancah nasional maupun internasional.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!