PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin secara resmi menyerahkan bantuan permodalan dalam rangka Program Pemberdayaan UMKM, Senin (10/8/2026), di Balai Betason Kantor Wali Kota.
Dalam kegiatan tersebut, setiap pelaku usaha mikro menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Penyaluran ini bertujuan memacu semangat berusaha serta menjadi fondasi pembentukan kelompok usaha yang lebih besar, terstruktur, dan profesional. Program ini menyasar pelaku usaha baru maupun yang masih dalam tahap merintis sebagai langkah awal pembinaan berkelanjutan.
Turut mendampingi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustu Afendi, serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan, Muhammad Yasin. Hadir pula Inspektur Kota, kepala badan, seluruh kepala dinas lingkup Pemerintah Kota Pangkalpinang, pejabat struktural eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta para pelaku usaha mikro penerima manfaat.
Di hadapan awak media seusai penyerahan, Saparudin menegaskan bantuan ini bukan sekadar hibah dana, melainkan stimulus perkembangan usaha yang akan dipantau secara berkala.
“Mereka akan dikelompokkan sesuai jenis usaha, kemudian didukung dengan fasilitas rumah produksi. Contohnya kelompok pengolah otak-otak akan disatukan agar bisa memperoleh dukungan anggaran lebih besar, serupa model yang telah diterapkan di Ketapang,” ujarnya.
Pemerintah Kota juga menjamin ketersediaan penyerap hasil produksi atau offtaker agar produk UMKM tidak kesulitan masuk pasar.
“Percuma fasilitas lengkap jika tak ada yang membeli. Jika permintaan melampaui kapasitas produksi, secara alami akan terbuka peluang pengembangan unit usaha baru. Ekosistem berputar mandiri inilah yang menjadi sasaran utama pembinaan,” tambahnya.
Pembinaan diselenggarakan secara terpadu lintas perangkat daerah, Dinas Tenaga Kerja menyelenggarakan pelatihan keterampilan, sedangkan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan mengawal pengembangan usaha. Setiap rumah produksi nantinya dikelola manajemen terperinci mencakup bagian produksi, pemasaran, dan keuangan yang didampingi aparatur sipil negara guna menjamin tata kelola profesional.
“Usaha mikro adalah embrio perekonomian yang paling tangguh. Tidak semua orang berkesempatan berbisnis, namun kami berkomitmen membina pelaku usaha yang memiliki niat kuat, kerja keras, dan konsisten hingga mampu berdiri mandiri secara berkelompok,” tegas Saparudin.
Data menunjukkan terdapat lebih dari 29.000 unit UMKM yang beroperasi di Pangkalpinang. Jika setiap usaha menopang minimal tiga orang, sektor ini secara langsung menopang kehidupan sekitar 80.000 warga atau setara sepertiga jumlah penduduk kota.
Sementara itu, pembangunan rumah produksi yang dibiayai melalui dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) telah rampung seratus persen. Saat ini sedang berlangsung pemasangan dan pelengkapan mesin serta peralatan operasional.
“Sebagian peralatan sudah tiba di lokasi, sisanya masih dalam proses pengiriman. Kami menargetkan peresmian rumah produksi dapat dilaksanakan pada bulan depan, InShaAllah,” pungkas Saparudin.(OB/W*)
Tidak ada komentar