
BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Festival KOBALORASI Vol. 4 resmi dibuka di Alun-Alun Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (18/8/2026) malam. Festival tahunan tersebut kembali menghadirkan perpaduan seni, budaya, sejarah, hiburan, serta aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM. Rabu (19/8/2026).
Perlu diketahui, KOBALORASI Vol. 4 yang berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat. Sejak malam pembukaan, kawasan Alun-Alun Kota Koba dipadati warga yang datang menikmati berbagai pertunjukan sekaligus mengunjungi ratusan stan UMKM.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, turut hadir pada malam pembukaan bersama jajaran pemerintah daerah. Saat berkeliling meninjau stan UMKM, Efrianda mengapresiasi antusiasme masyarakat serta partisipasi para pelaku usaha dalam memeriahkan festival tersebut.
Menurut Efrianda, kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menunjukkan bahwa KOBALORASI tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Semarak pembukaan semakin terasa dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Panggung utama menampilkan musik dambus dari Dambus Miak Sekaban dan Dambus Serambi Dul, pertunjukan sanggar, hingga hiburan musik modern dari Band Infinity Junior dan Big Noeng.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga telah dimulai sejak sore melalui agenda membaca dan bercerita bersama.
“Lorong Waktu” Bawa Pengunjung Menelusuri Sejarah Kota Koba
KOBALORASI Vol. 4 tahun ini hadir dengan konsep berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Mengusung tema “Koba dari Masa ke Masa”, penyelenggara menghadirkan ruang tematik yang diberi nama “Lorong Waktu”.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Bangka Tengah, Irwandi, menjelaskan bahwa konsep tersebut dirancang untuk menggambarkan perjalanan Kota Koba dari masa lalu hingga perkembangannya saat ini.
“Yang berbeda untuk tahun ini karena ada ‘Lorong Waktu’. Sesuai konsep di awal, Kota Koba dari masa ke masa. Jadi kami berusaha untuk menampilkan wajah Kota Koba dari zaman dahulu, pertengahan, sampai dengan sekarang pencapaian dari pimpinan kita, Pak Bupati Algafry dengan Bapak Wakil Bupati Efrianda,” ujar Irwandi.
Melalui konsep tersebut, pengunjung diajak melihat kembali perjalanan Kota Koba dari masa ke masa, sekaligus memahami perubahan dan perkembangan daerah hingga kondisi saat ini.
“Lorong Waktu” tidak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah yang dikemas secara visual agar lebih mudah dinikmati masyarakat, khususnya generasi muda.
Hampir 400 UMKM Ikut Ambil Bagian
Selain menampilkan seni, budaya, dan sejarah, KOBALORASI Vol. 4 juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Hampir 400 booth UMKM tercatat ikut ambil bagian dalam festival tersebut. Kehadiran ratusan pelaku usaha ini diharapkan dapat membuka ruang pemasaran yang lebih luas sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.
Efrianda mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap keberadaan ratusan lapak UMKM tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya di Kota Koba.
“Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap kehadiran ratusan lapak UMKM ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara signifikan, khususnya di wilayah Kota Koba selama perhelatan festival berlangsung,” ungkap Efrianda.
Dengan menggabungkan seni, budaya, sejarah, edukasi, dan ekonomi kreatif, KOBALORASI Vol. 4 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi ruang interaksi publik sekaligus wadah penguatan identitas Kota Koba dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Festival KOBALORASI Vol. 4 akan berlangsung mulai dari 18 Agustus hingga 22 Agustus 2026 dengan berbagai agenda hiburan, pertunjukan seni dan budaya, serta kegiatan menarik lainnya.
Tidak ada komentar