Diduga Satgas Tricakti Masuk Gudang Warga Desa Air Menduyung Malam Malam Tanpa Permisi

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 18:55 21 iwan okeyboz

BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM – – Ketenangan warga Desa Air Menduyung, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, kembali terusik.

 

Kedatangan sejumlah pria yang diduga merupakan bagian dari Satgas Tri Cakti pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, memantik keresahan di tengah masyarakat.

 

Bukan datang pada siang hari dengan suasana terbuka, rombongan tersebut justru mendatangi sebuah gudang ikan di Dusun Anyai pada larut malam.

 

Informasi yang dihimpun, sejumlah pria tersebut diduga masuk ke area gudang dengan cara menaiki pintu, sementara penjaga gudang disebut tidak memberikan izin untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Apa sebenarnya yang hendak dicari?

 

Apa dasar kedatangan mereka?

 

Dan, yang paling menjadi pertanyaan warga: mengapa gudang didatangi tengah malam dengan cara yang dinilai membuat penjaga dan masyarakat sekitar terkejut?

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti maksud dan tindakan yang dilakukan oleh rombongan tersebut di lokasi.

 

Namun, kedatangan sejumlah pria yang diduga Satgas itu kembali membuka ingatan warga terhadap kejadian beberapa bulan sebelumnya yang sempat membuat masyarakat heboh, terutama terkait hilangnya sejumlah unit sepeda motor setelah kedatangan orang-orang yang disebut-sebut berkaitan dengan satuan tugas tersebut.

 

Kondisi inilah yang membuat warga semakin waspada.

 

KADES: WARGA PASTI TIDAK SETUJU JIKA DIGELEDA

 

Kepala Desa Air Menduyung, H. Madiyah, saat dikonfirmasi Redaksi Radak Babel, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, membenarkan adanya informasi kedatangan pihak yang disebut sebagai satgas ke wilayahnya.

 

Menurut Kades, pihak yang disebut satgas tersebut sempat meminta dirinya untuk ikut dalam pemeriksaan atau penggeledahan gudang di Dusun Anyai. Namun, ia memilih tidak ikut ke lokasi.

 

“Oh, malam itu dari satgas mau izin menggeledah gudang yang di Dusun Anyai itu, Pak. Dia ajak saya, tapi saya tidak mau ikut. Begitu Pak Satgas langsung ke lokasi gudang,” ujar H. Madiyah.

 

Pernyataan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan lebih jauh mengenai prosedur, dasar kewenangan, serta tata cara pemeriksaan yang dilakukan di lapangan.

 

Sebab, bagi masyarakat, gudang dan tempat usaha bukanlah ruang yang bisa begitu saja dimasuki tanpa kejelasan dasar tindakan dan pihak yang bertanggung jawab.

 

Kades pun mengakui bahwa apabila warga atau pemilik gudang merasa didatangi dan diperiksa secara sepihak, tentu akan muncul penolakan.

 

“Pasti tidak setuju, Pak, kalau yang punya gudang. Pasti warga kita kalau digeledah begitu,” lanjutnya.

 

WARGA BUTUH RASA AMAN, BUKAN KETAKUTAN

 

H. Madiyah berharap situasi di Desa Air Menduyung tetap kondusif dan masyarakat tidak dibuat resah oleh tindakan pihak mana pun.

 

“Ya, harapan kami semoga masyarakat kami tenteram, aman dalam segala hal. Jangan sampai masyarakat resah. Itu harapan masyarakat kami,” ujarnya.

 

Kini bola berada di tangan pihak yang disebut sebagai Satgas Tri Cakti untuk memberikan penjelasan secara terang.

 

Jika benar terdapat dugaan pelanggaran hukum atau kegiatan tertentu yang menjadi dasar pemeriksaan, publik berhak mengetahui apa dasar tindakan tersebut dan dalam kapasitas apa mereka datang ke lokasi.

 

Sebaliknya, jika tidak ada penjelasan yang memadai, kedatangan tengah malam dan cara masuk ke lokasi justru berpotensi memperbesar keresahan masyarakat.

 

Air Menduyung tidak butuh ketegangan. Warga membutuhkan kepastian.

 

Pertanyaan sederhananya: siapa mereka, apa dasar kewenangannya, apa yang dicari di gudang ikan tersebut, dan mengapa harus dilakukan pada tengah malam?

 

Radak Babel akan terus menelusuri informasi ini dan membuka ruang konfirmasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan. (OB,RADAK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!