Hari Jadi ke-292 Mentok, Pemkab Bangka Barat Dorong Pelestarian Pusaka untuk Masa Depan

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Sep 2026 12:43 3

MENTOK, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmennya menjadikan sejarah dan warisan budaya sebagai fondasi pembangunan Kota Mentok yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Mentok ke-292 tahun 2026 yang digelar di Gedung Mahligai Betason II, Mentok.

Dalam sambutannya, pemerintah daerah menilai perjalanan panjang Mentok selama 292 tahun tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan peradaban yang penting bagi masyarakat Bangka Barat.

Mentok disebut memiliki peran strategis sejak era Kesultanan, perkembangan pertambangan timah hingga menjadi salah satu daerah yang memiliki kaitan penting dengan sejarah perjuangan dan kemerdekaan Indonesia.

“Usia 292 tahun merupakan sebuah perjalanan panjang yang sarat akan nilai sejarah, perjuangan dan kebudayaan bagi Kota Mentok. Kota ini bukan sekadar pusat administrasi atau titik geografis, melainkan sebuah ruang peradaban yang kaya,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Dengan mengusung semangat “Dari Pusaka Menuju Masa Depan, Mentok untuk Semua”, pemerintah daerah menekankan bahwa status Mentok sebagai kota pusaka tidak boleh dimaknai sebagai peninggalan masa lalu yang bersifat statis.

Warisan budaya, tradisi dan identitas kota justru dinilai dapat menjadi modal sosial sekaligus fondasi pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah mendorong agar Mentok terus berkembang menjadi kota modern dan inklusif tanpa kehilangan akar budaya yang telah membentuk jati dirinya.

Konsep “Mentok untuk Semua” juga menjadi refleksi semangat kebersamaan dan keadilan sosial. Pembangunan diharapkan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang suku, agama maupun latar belakang sosial.

Sejumlah langkah pembangunan telah dilakukan, di antaranya revitalisasi kawasan cagar budaya untuk mendukung pariwisata sejarah, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, serta penataan infrastruktur publik yang ramah bagi anak, lansia dan penyandang disabilitas.

Selain itu, pemerintah daerah saat ini juga melakukan penataan kawasan Taman Lokomobil dan Lapangan Mentok yang diharapkan menjadi salah satu magnet baru bagi perkembangan sektor pariwisata di Bangka Barat.

Pemerintah daerah menilai tantangan pembangunan ke depan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk mewujudkan Mentok yang maju tanpa meninggalkan identitas sejarahnya.

Momentum Hari Jadi Kota Mentok ke-292 pun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi pengingat bersama untuk menjaga pusaka, memperkuat identitas daerah dan membangun masa depan Mentok yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!