BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terus mendorong pelestarian adat dan budaya masyarakat melalui kegiatan Sedekah Kampung Pundi Bersatu yang digelar di Desa Pundi Bersatu, Kecamatan Simpang Teritip.
Kegiatan adat yang dilaksanakan setiap tahun setelah musim panen padi tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil panen sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antara masyarakat, keluarga, kerabat, dan para tamu dari luar daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangka Barat Yusderahaman mengatakan, Sedekah Kampung Pundi Bersatu merupakan salah satu adat istiadat yang memiliki nilai budaya dan berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata budaya.
“Sedekah kampung ini merupakan adat istiadat yang diselenggarakan setiap tahun sesudah musim panen padi. Ini merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki dan menjadi ajang silaturahmi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Sedekah Kampung Pundi Bersatu telah masuk dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025-2029 dalam kategori adat istiadat.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan sekaligus mendorong pengembangan tradisi tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari potensi wisata budaya Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Tahun ini, meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi pengurangan TKD, pemerintah daerah masih dapat membantu kegiatan adat ini sekitar Rp40 juta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” katanya.
Yusderahaman berharap dukungan terhadap kegiatan adat di Bangka Barat dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung agar pemerintah provinsi turut memberikan dukungan yang lebih besar terhadap kegiatan adat di daerah.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat pada tahun ini telah menganggarkan sekitar Rp1,2 miliar untuk membantu berbagai kegiatan adat di wilayah tersebut.
“Harapannya ke depan bantuan untuk kegiatan adat seperti Pundi Bersatu ini bisa lebih besar lagi. Mudah-mudahan tahun depan dukungannya meningkat dibandingkan tahun ini,” ujarnya.
Selain dukungan anggaran, Pemkab Bangka Barat juga tengah mendorong keseragaman pakaian adat daerah. Yusderahaman menyampaikan, pemerintah daerah telah merampungkan rancangan pakaian adat Bangka Barat yang nantinya akan digunakan secara seragam oleh unsur pemerintah daerah dan DPRD.
“Ke depan tidak ada lagi pakaian adat yang berbeda-beda antara bupati, DPRD dan unsur lainnya. Semuanya akan sama, dengan warna yang direncanakan bernuansa merah marun,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat identitas budaya Bangka Barat sekaligus menjaga keberlangsungan berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat.
Yusderahaman juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Pundi Bersatu yang secara konsisten menjaga dan melestarikan adat istiadat tersebut.
“Terima kasih kepada masyarakat Desa Pundi Bersatu yang telah melestarikan adat istiadat ini sampai sekarang. Bangka Barat memiliki begitu banyak adat istiadat yang luar biasa dan semuanya perlu kita jaga bersama,” pungkasnya.
Tidak ada komentar