Pantun Kepala Inspektorat Tuai Protes, Rapat Bamus DPRD Babel Memanas

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Okt 2026 17:56 15 dika okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Suasana Rapat Bamus DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendadak memanas, Rabu (7/10/2026).

Mahasiswa dan masyarakat Desa Bedengung terlibat adu argumen dengan Kepala Inspektorat Bangka Selatan, Ari Dinata, saat membahas polemik lahan desa.

Kericuhan terjadi saat masyarakat dan mahasiswa menyampaikan tuntutan terkait dugaan persoalan pengelolaan serta jual beli lahan desa yang menyeret Kepala Desa Bedengung.

Situasi semakin memanas ketika Ari Dinata menyampaikan pantun sebagai pembuka dalam musyawarah. Pantun tersebut justru menuai protes dari mahasiswa dan masyarakat yang hadir.

Mereka menilai, kondisi yang sedang dihadapi masyarakat bukanlah persoalan yang pantas disikapi dengan candaan atau pantun. Massa meminta Ari Dinata memberikan kepastian dan penjelasan terkait tuntutan yang mereka sampaikan.

“Ini persoalan masyarakat, kami datang untuk meminta kepastian. Jangan seolah-olah persoalan ini dibuat main-main,” ujar salah satu perwakilan massa dalam suasana rapat yang memanas.

Perdebatan kemudian terjadi antara massa dengan pihak Inspektorat Kabupaten Bangka Selatan. Sejumlah mahasiswa dan masyarakat bahkan tampak meluapkan kekecewaan karena menganggap jawaban yang diberikan belum memberikan kepastian atas tuntutan mereka.

Rapat tersebut dipimpin oleh Didit Sri Gusjaya selaku pimpinan rapat. Ia berupaya menjaga jalannya musyawarah agar tetap berlangsung dan meminta seluruh pihak menahan diri.

Masyarakat Desa Bedengung sebelumnya datang membawa sejumlah tuntutan terkait dugaan permasalahan lahan desa serta meminta adanya kejelasan dan tindak lanjut dari pemerintah daerah terhadap persoalan tersebut.

Mereka berharap DPRD dan Inspektorat tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga memberikan kepastian mengenai langkah yang akan dilakukan terhadap persoalan yang mereka laporkan.

Hingga rapat berlangsung, suasana di ruang Bamus sempat diwarnai adu argumen antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak Inspektorat sebelum pimpinan rapat berupaya meredakan situasi.

Masyarakat dan mahasiswa pun mendesak agar persoalan Desa Bedengung ditindaklanjuti secara serius serta tidak berhenti pada pembahasan dalam forum rapat. (Yuda Boy/Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!