Jangan Lengah! DBD Mengintai Pangkalpinang Saat Peralihan Musim

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 13:14 3 dika okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Memasuki peralihan musim menuju penghujan, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Genangan air di lingkungan permukiman, termasuk dalam wadah bekas yang kerap luput dari perhatian, berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Manalu, mengatakan awal perubahan cuaca menjadi salah satu periode yang rentan terhadap peningkatan populasi nyamuk.

Menurutnya, genangan air yang muncul setelah hujan dapat dimanfaatkan nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak. Bahkan, tempat penampungan air berukuran kecil seperti kaleng bekas dan gelas plastik bekas minuman juga berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Yang paling kita khawatirkan adalah DBD. Karena nyamuk demam berdarah ini di mana pun bisa bertelur, misalnya di kaleng atau bekas-bekas gelas minuman. Genangan air yang kecil saja bisa menjadi tempat nyamuk bertelur,” kata Hisar saat dikonfirmasi via Whatsapp, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, selain DBD, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti chikungunya dan malaria juga berpotensi meningkat ketika memasuki musim hujan.

Namun, DBD menjadi perhatian utama karena nyamuk penyebabnya dapat berkembang biak di berbagai tempat penampungan air yang berada di sekitar lingkungan rumah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hisar mengimbau masyarakat agar rutin menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program gotong royong yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Pangkalpinang setiap Selasa dan Jumat.

Dalam program tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang diwajibkan bergotong royong sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan.

“Kita sudah ada program pemerintah untuk bersih-bersih setiap hari Selasa dan Jumat. Terutama ASN, diwajibkan untuk bergotong royong dan mengajak masyarakat ikut bersama-sama membersihkan lingkungan,” jelasnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Lebih lanjut, Hisar mengingatkan bahwa memasuki musim hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit pencernaan seperti diare.

Karena itu, pengawasan terhadap kebersihan lingkungan dan tempat penampungan air perlu terus dilakukan agar tidak menjadi sumber perkembangbiakan nyamuk maupun penyebaran kuman penyebab penyakit.

“Kita harus tetap mengontrol lingkungan. Jangan sampai ada tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk ataupun tempat berkembangnya kuman-kuman,” tutupnya. (Yuda/Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!