Persoalan Air Bersih dan Sampah Disuarakan Warga, Pemkab Bangka Diminta Bergerak Nyata

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Okt 2026 22:36 24 dika okeyboz

BANGKA, OKEYBOZ.COM – Keluhan soal air bersih dan sampah mengemuka saat Bupati Bangka bertemu masyarakat Nelayan 2. Tak sekadar bersilaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memetakan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut dari dinas terkait.

Bupati Bangka hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Kepala PDAM untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi warga sekaligus mendorong perangkat daerah terkait menyiapkan langkah penanganan yang lebih terarah.

Bupati Bangka menegaskan, keluhan masyarakat tidak boleh berhenti sebatas penyampaian aspirasi. Diperlukan koordinasi dan langkah nyata dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar persoalan di lapangan dapat ditangani sesuai kebutuhan.
Distribusi Air Bersih Perlu Dipetakan

Dalam pembahasan mengenai pelayanan air bersih, Bupati Bangka mendorong Dinas PUPR bersama PDAM melakukan pemetaan menyeluruh terhadap jaringan perpipaan dan sistem distribusi air di kawasan Nelayan 2.

Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi jaringan, kapasitas pasokan, titik-titik gangguan, hingga wilayah yang belum mendapatkan pelayanan secara optimal.

Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan, mulai dari evaluasi jaringan distribusi, pemeriksaan tekanan dan kelancaran aliran air, penanganan kebocoran, hingga pengaturan distribusi agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Dengan mengetahui kondisi riil di lapangan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi sumber persoalan dan menentukan langkah penanganan yang tepat sasaran.

DLH Diminta Petakan Titik Penumpukan Sampah

Selain distribusi air bersih, persoalan sampah di kawasan Nelayan 2 juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut.

Bupati Bangka mendorong Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan penumpukan sampah. Langkah ini dinilai penting untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan khusus, kebutuhan tempat penampungan sementara, serta pola pengangkutan sampah yang lebih efektif.

Penanganan yang disiapkan mencakup penataan titik pembuangan sampah, peningkatan intensitas pengangkutan sesuai kebutuhan, penyediaan sarana kebersihan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus mencegah penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga.

Syarifuddin Apresiasi Kehadiran Bupati

Sementara itu, Kepala Lingkungan Nelayan 2, Syarifuddin, mengapresiasi kehadiran Bupati Bangka bersama jajaran perangkat daerah yang turun langsung menemui masyarakat.

Menurutnya, kehadiran kepala daerah beserta OPD terkait menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi dan kebutuhan warga Nelayan 2.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bangka beserta Sekda dan seluruh jajaran OPD terkait yang telah meluangkan waktu untuk turun langsung ke lapangan, bersilaturahmi, serta mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat kami. Ini tentu menjadi hal yang sangat berarti bagi masyarakat Nelayan 2,” ungkap Syarifuddin.

Ia berharap, berbagai persoalan yang disampaikan warga, terutama terkait distribusi air bersih dan penanganan sampah, dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

“Kami berharap apa yang sudah disampaikan masyarakat hari ini dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti secara konkret. Kami juga siap mendukung pemerintah daerah dan bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan serta menyukseskan upaya perbaikan pelayanan air bersih,” tambahnya.

Warga Menanti Tindak Lanjut

Silaturahmi dan dialog tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperbaiki pelayanan publik di kawasan Nelayan 2.

Pemetaan jaringan distribusi air bersih dan titik penumpukan sampah menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah, perangkat teknis, dan masyarakat juga diperlukan agar upaya perbaikan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kini, tindak lanjut dari perangkat daerah terkait menjadi hal penting agar berbagai persoalan yang disampaikan warga tidak berhenti sebagai bahan pembahasan, melainkan berujung pada perbaikan pelayanan dan kondisi lingkungan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!