
Caption: Aktivitas tambang timah ilegal di hulu sungai desa Sungai Selan, Senin (2/12/2024).
Editor: Aditya.
OKEYBOZ.COM, SUNGAI SELAN – Bangka Tengah kembali menjadi sorotan publik terkait aktivitas tambang ilegal di wilayah Desa Sungai Selan.
Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menegaskan akan menindak tegas segala bentuk tambang ilegal di kawasan tersebut, seperti di Hulu Sungai, Aik Sabak, Celau, dan sekitarnya.
Namun, janji ini memunculkan pertanyaan besar: apakah perintah ini akan dijalankan sepenuhnya oleh jajaran di bawah ?
Berdasarkan laporan warga, aktivitas tambang ilegal di Sungai Selan terus berlanjut meskipun laporan demi laporan telah disampaikan kepada pihak berwajib.
Sayangnya, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas tersebut berjalan tanpa gangguan, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keseriusan aparat penegak hukum (APH).
Kondisi ini semakin mencoreng citra APH yang belakangan menjadi sorotan terkait penegakan hukum di Indonesia.
Saat dikonfirmasi pada Senin, 2 Desember 2024, Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha dengan tegas menyatakan bahwa penindakan akan segera dilakukan. “Pasti kami lakukan penindakan, terima kasih atas informasinya,” ujar Kapolres.
Namun, masyarakat tetap meragukan apakah tindakan tegas ini akan benar-benar efektif mengingat berbagai tudingan yang muncul.
Salah satu kendala utama dalam penertiban tambang ilegal adalah dugaan bocornya informasi razia sebelum operasi berlangsung.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa aktivitas tambang ilegal tersebut diduga dilindungi oleh oknum aparat setempat. “Razia tuh dak akan sukses pak, karena selalu bocor. Kami menduga penambang yang bekerja tersebut di-backingi oknum aparat,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, muncul dugaan bahwa laporan yang disampaikan kepada Kapolres kerap dipalsukan oleh oknum tertentu demi menjaga citra positif di mata pimpinan. “Laporannya bagus terus ke atasan, ABS (Asal Bos Senang). Karena oknum lah yang bermain di sini,” tambah sumber tersebut.
Kondisi ini menjadi ujian besar bagi Kapolres Bangka Tengah. Apakah janji penindakan tegas ini mampu menjawab keraguan masyarakat? Ataukah aktivitas tambang ilegal akan terus merusak lingkungan tanpa tindakan nyata dari aparat penegak hukum?
Keberhasilan operasi ini tidak hanya soal menertibkan tambang ilegal, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap integritas aparat penegak hukum.
Tanpa langkah nyata yang transparan dan tegas, tambang ilegal akan terus menjadi momok yang merusak lingkungan dan melemahkan kepercayaan publik. (OB)
Tidak ada komentar