Cerita dari Mapur: Di Gebong Memarong, PT TIMAH Membersamai Jejak Adat yang Tak Pernah Padam

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Mei 2026 13:35 6

BANGKA, OKEYBOZ.COM — Kebudayaan masyarakat Bangka Belitung lahir dari kehidupan yang menyatu dengan alam, mulai dari tradisi berladang, melaut, hingga hidup di hutan. Para antropolog membagi masyarakat Babel dalam tiga kelompok besar, yakni orang bukit, orang darat, dan orang laut, yang masing-masing memiliki cara hidup dan sistem produksi sendiri.

Di tengah arus modernisasi yang terus mengubah nilai sosial dan budaya, masyarakat Adat Mapur di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka, tetap bertahan menjaga tradisi dan alam leluhur mereka. Hal itu ditegaskan Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih, dalam Ritual Adat Nujuh Jerami pada 29 April 2026.

Salah satu penghayat Adat Mapur, Jojo, mengatakan tradisi Nujuh Jerami telah berlangsung turun-temurun dan kini semakin dikenal luas sejak mendapat dukungan dari PT TIMAH sejak 2017. Dukungan tersebut membuat ritual adat lebih dikenal masyarakat luas dan menjadi ruang pelestarian budaya.

PT TIMAH juga mendukung pelestarian budaya Mapur melalui penyusunan buku *Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah*, pembangunan Kampung Adat Gebong Memarong, hingga pelatihan membatik, penyediaan alat tenun, dan pelatihan pemandu wisata bagi masyarakat adat.

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi dan destinasi wisata budaya yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjaga warisan adat tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!