Dessy Ayutrisna: Jelang Idul Adha, Pangkalpinang Luncurkan Gerakan Kendalikan Harga dan Terapkan Sistem Prediktif Inflasi

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 16:06 18 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang secara resmi meluncurkan dua program unggulan pengendalian inflasi, yaitu Gerakan Kereta Sorong Ketapang dan Gerakan Kritis Atas Kebutuhan Pokok, dalam Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar, Rabu (20/5/2026) di Smart Room Center Kantor Wali Kota. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna menjelaskan Kota ini mencatat prestasi, sebagai salah satu dari 96 kota se-Indonesia dengan inflasi terendah, yakni 0,76–0,79 persen. Angka ini turun tajam dibanding akhir 2025 yang masih di kisaran 2,5–2,9 persen, sekaligus membantah anggapan barang di Pangkalpinang selalu mahal akibat kendala distribusi.

“Kebijakan tertuang dalam Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/70/SDA/I/2026 berbasis konsep 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Bahan Pangan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif,” tegasnya.

“Pemantauan difokuskan pada cabai, daging, beras, dan minyak goreng yang berpotensi naik harga, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.

Dessy Ayutrisna menuturkan, Pangkalpinang juga tercatat paling rendah se-Bangka Belitung, di bawah rata-rata provinsi 1,49 persen. Pemerintah berkomitmen turun langsung ke pasar guna pastikan harga terkendali.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Juhaini memperkenalkan Kalender Inflasi Prediktif, sistem pemetaan pergerakan harga hingga 2027 berbasis data. Diakses lewat pangkalpinangkota.go.id, cara ini mengubah penanganan dari reaktif menjadi terencana dan tepat sasaran.

” Kita sudah memetakan dan memprediksi pergerakan harga 22 komoditas strategis hingga akhir tahun 2026 dan 2027. Data ini bisa diakses publik melalui laman pangkalpinangkota.go.id maupun dasbor TPID dan BPS. Jadi kita sudah tahu kapan potensi kenaikan terjadi dan sudah menyiapkan langkah antisipasi jauh-jauh hari,” jelas Juhaini.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menjelaskan meski angkutan udara naik 28,09 persen dan emas perhiasan melonjak 45,92 persen, dampaknya sangat kecil masing-masing hanya 0,06 dan 0,04 persen. Sebaliknya, barang dengan bobot belanja tinggi seperti sepeda motor hanya naik sekitar 4 persen tapi andilnya terasa 0,04 persen.

Data bulanan April selama 2023–2026 menunjukkan andil daging ayam tahun ini lebih tinggi dari 2025, namun masih di bawah 2023 dan 2024. Sawi hijau bergerak stabil, sementara harga tiket pesawat naik kembali pasca-Lebaran ke angka 0,39 persen, lebih tinggi dari 2023 dan 2025.

Secara bulanan, seluruh wilayah Babel mengalami inflasi. Pangkalpinang di rata-rata provinsi (0,39 persen) di angka 0,23 persen, tertinggi ada di Kabupaten Belitung.

“Kami berharap tren rendah ini terus terjaga hingga Mei mendatang, beberapa komoditas juga tercatat mengalami penurunan harga atau deflasi,” ujar Dewi.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!