Pemkab Bangka Tengah Susun Peta Jalan IPTEK 2025–2029, Targetkan 200 Inovasi Daerah di Tahun 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 20 Mei 2026 19:15 2

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) resmi memulai langkah strategis dalam memetakan arah pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi daerah melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Tahun 2025–2029 serta Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2026. Rabu (20/5/2026).

Rakor yang diselenggarakan tersebut, ditandai dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir.

Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Algafry Rahman menegaskan bahwa penyusunan RIPJPID merupakan amanat regulasi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nomor 5 Tahun 2023 serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017.

Dikatakan Algafry Rahman , dokumen tersebut akan menjadi pedoman utama pembangunan daerah berbasis riset dan teknologi hingga tahun 2029.

“Peta jalan ini adalah garis-garis besar haluan kita untuk menyusun langkah ke depan dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Ini gambaran kesiapan kita agar pengembangan IPTEK di Bangka Tengah dapat terpetakan secara jelas dan terukur,” ujar Algafry.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Bangka Tengah itu menjelaskan, bahwa komitmen Bangka Tengah dalam mendorong inovasi daerah juga tercermin dari capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2021, Bangka Tengah memperoleh skor 54,39 dengan predikat Inovatif dan mencatatkan 17 inovasi daerah. Capaian tersebut meningkat signifikan pada tahun 2024 dengan skor 66,54 berpredikat Sangat Inovatif. Sementara pada tahun 2025, skor kembali naik menjadi 68,10 dengan total 79 inovasi daerah,” jelasnya.

Menurut Algafry, melihat tren positif tersebut, Pemkab Bangka Tengah menargetkan pelaporan sebanyak 200 inovasi daerah pada tahun 2026 untuk bersaing dalam ajang nasional Innovative Government Award (IGA) 2026.

“Kita punya mimpi dan cita-cita untuk meraih predikat Kabupaten Terinovatif di Indonesia. Penghargaan IGA Award itu adalah motivasi bahwa kita siap bekerja dan melayani masyarakat dengan cara-cara terbaik,” harapnya.

Algafry juga menegaskan bahwa inovasi menjadi indikator penting dalam mengukur pemahaman kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Setiap OPD wajib memberikan inovasi. Itu tanda mereka paham. Kalau tidak ada inovasi, berarti dia tidak mengerti tugas di OPD tersebut,” tegasnya.

Ia menerangkan bahwa inovasi yang didorong Pemkab Bangka Tengah tidak hanya berfokus pada digitalisasi pelayanan publik, tetapi juga menyentuh sektor riil yang berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk ketahanan pangan dan pertanian.

Sebagai contoh, Algafry menyebut pengembangan budidaya bawang merah agar daerah mampu memproduksi benih secara mandiri tanpa harus bergantung dari luar daerah.

“Inovasi itu banyak bentuknya. Termasuk bagaimana kita bisa menanam bawang merah sehingga benihnya bisa kita hasilkan sendiri di daerah, tidak perlu mengadopsi atau mendatangkan lagi dari luar. Itu salah satu bentuk inovasi konkret yang kita dorong,” tandasnya.

Melalui forum koordinasi tersebut, Algafry turut mengajak seluruh elemen mulai dari akademisi, dunia usaha, BUMN/BUMD, media massa, hingga organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat sinergi pentahelix dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan di Bumi Selawang Segantang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!