100 Meter dari RSUD Abu Hanifah Ramai Prositusi Apakah : Pemerintah Bateng Tutup Mata

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 14:58 22 iwan okeyboz

​BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM — Ada bau busuk yang sengaja dibiarkan menguap di jantung pusat pemerintahan Kabupaten Bangka Tengah. Di atas kertas, kawasan ini adalah pusat pelayanan publik, tempat derap birokrasi dan fasilitas kesehatan menegakkan harkat hidup masyarakat. Namun di balik etalase formal itu, sebuah skandal moral telanjang terpampang nyata, mengoyak rasa keadilan publik tanpa ada tindakan berarti dari penguasa wilayah.

 

​Hanya berjarak 100 meter dari RSUD Abu Hanifah, serta dikepung oleh perumahan warga, kompleks perkantoran Pemda, dan markas kepolisian (Polres Bangka Tengah), praktik prostitusi terselubung beroperasi secara terang-terangan.

 

Ironisnya, bisnis haram ini bukan lagi rahasia. Ia telah berurat akar dan berjalan bebas selama lebih dari dua tahun, menampar wajah aparat penegak hukum yang kantornya berdiri tidak jauh dari lokasi maksiat tersebut.

​Berdasarkan investigasi dan kesaksian warga setempat, praktik pelacuran ini dijalankan secara sistematis menggunakan rumah-rumah khusus yang sengaja disiapkan untuk transaksi lendir.

 

​AM (55), warga setempat, membeberkan bahwa aktivitas terlarang ini kian hari kian tak terkendali. “Mereka biasanya buka dari jam dua siang sampai jam lima sore di rumah yang sudah disiapkan. Kalau malam, transaksinya pakai telepon, janjian ketemu di tempat lain,” ujarnya dengan nada geram.

 

​Jaringan hitam ini melibatkan wanita berusia produktif dari rentang usia 18 hingga 40 tahun, yang dipasok dari berbagai wilayah di seputaran koba. Para pria hidung belang dari kawasan sekitar bebas memilih jasa dengan banderol harga pakai jasa wanita penghibur berkisaran 100 sampai 350 rbu tergantung umur, ditambah biaya sewa kamar sekitar Rp50.000 sekali main.

 

​Keresahan akut turut disuarakan oleh BM (25). Ia menegaskan bahwa pembiaran ini sudah di luar batas akal sehat. Tempat yang dulunya terselubung kini menjelma menjadi pusat keramaian baru yang siap meracuni mental dan moral generasi muda.

​”Saya khawatir itu akan tambah besar dan merusak generasi muda ke depan. Lokasinya sangat dekat dengan perumahan warga, rumah sakit pemda, bahkan tidak jauh dari Polres Bangka Tengah,” tegas BM dengan nada tinggi.(OB,Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!