PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Kabar hilangnya empat nelayan asal Belitung di perairan Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyita perhatian dan kepedulian luas. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, segera mengambil langkah cepat dengan mengirimkan surat resmi kepada Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI guna meminta dukungan dan perhatian penuh terhadap operasi pencarian yang masih berlangsung.
Langkah itu diambil Edi, setelah menerima informasi dari Ketua DPW Partai NasDem Babel, Fendi Haryono, mengenai musibah yang menimpa KM Putra Buluh. Kapal nelayan tersebut dilaporkan terbelah dua setelah ditabrak kapal kargo di perairan Pulau Pengikik pada Sabtu (8/8/2026) dini hari. Satu orang nelayan berhasil selamat, namun empat rekannya hingga kini belum ditemukan.
“Saya langsung menyusun surat kepada Kepala Basarnas RI untuk meminta bantuan dan atensi agar pencarian ini disikapi dengan cepat dan dimaksimalkan. Setiap menit sangat berarti bagi keselamatan mereka,” ungkap Edi, Selasa (11/8/2026).
Musibah bermula ketika KM Putra Buluh yang berangkat dari Tanjung Pandan, Belitung, pada Senin (3/8/2026) menabuh jangkar di perairan Pulau Pengikik untuk memancing. Pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, kapal tersebut ditabrak kapal kargo yang melintas menuju Kalimantan, menyebabkan lambung kapal terbelah dua.
Empat nelayan yang masih dinyatakan hilang adalah Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28). Sementara itu, satu orang awak kapal bernama Khairul (30) berhasil selamat dan ditemukan setelah bertahan hidup dengan memanfaatkan tutup fiber sebagai alat bantu apung, lalu dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung.
Dalam suratnya, Edi memohon agar seluruh upaya pencarian terus diperkuat, termasuk kemungkinan perluasan area pencarian dengan mempertimbangkan arus laut, kondisi cuaca, dan pergerakan air.
“Kita memohon agar segala upaya yang memungkinkan dapat dilakukan. Jika diperlukan penambahan unsur pencarian, kami berharap itu juga dapat diupayakan,” ungkapnya.
Edi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa mengenal waktu, terutama Kantor SAR Tanjungpinang beserta unsur terkait.
Ia pun mendorong agar koordinasi antara Kantor SAR Tanjungpinang, Kantor SAR Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Babel, Pemerintah Kabupaten Belitung, serta instansi terkait terus diperkuat demi memantau perkembangan dan segera menyampaikan informasi kepada keluarga korban.
“Keluarga mereka di Belitung sedang menunggu dengan cemas. Kita semua berharap ada kabar baik dan mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya penuh harap.
Hingga kini operasi pencarian terus digelar dengan melibatkan berbagai unsur dari Tanjungpinang, Pangkalpinang, hingga Pontianak untuk mengantisipasi pergerakan korban mengikuti arus laut.(OB/W*)
Tidak ada komentar