Reses di Celuak, Sardi Dorong Aspirasi Warga Masuk Agenda Kebijakan Provinsi

waktu baca 2 menit
Senin, 14 Sep 2026 13:16 17

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Dapil Bangka Tengah, Sardi, menyerap aspirasi masyarakat Desa Celuak, Kecamatan Simpang Katis, melalui Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II 2026, Minggu (14/9/2026).

Dalam reses tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari perkebunan kelapa sawit, pupuk bersubsidi, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan bibit, UMKM, infrastruktur jalan, pariwisata, hingga pengembangan pemuda dan olahraga.

Sardi mengatakan, seluruh aspirasi yang disampaikan akan diinventarisasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD Provinsi.

“Reses ini bukan hanya untuk mendengar, tetapi memastikan setiap aspirasi masyarakat memiliki jalur untuk diperjuangkan. Apa yang disampaikan masyarakat Desa Celuak akan kami inventarisasi dan kami bawa dalam pembahasan di tingkat provinsi,” kata Sardi.

Terkait perkebunan sawit, warga menyoroti aktivitas perusahaan dan penggunaan jalan desa yang dinilai belum memberikan dampak optimal bagi masyarakat. Sardi menyebut aspirasi tersebut dapat dibahas melalui forum resmi seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak terkait.

Di sektor pertanian, masyarakat mengeluhkan keterbatasan pupuk bersubsidi serta meminta kejelasan program PSR dan bantuan bibit kelapa sawit. Sementara untuk UMKM, warga mendorong adanya pendataan, pelatihan, pendampingan, legalitas usaha hingga fasilitasi hak merek.

“UMKM desa harus kita dorong naik kelas. Jangan sampai masyarakat hanya dilatih, tetapi setelah pelatihan tidak ada kelanjutan,” ujarnya.

Warga juga menyampaikan potensi wisata air panas Celuak yang saat ini dimiliki perorangan. Mereka mengusulkan pola kerja sama atau kemitraan agar potensi tersebut dapat dikembangkan dan memberi manfaat ekonomi bagi desa.

Selain itu, masyarakat meminta ruang kreatif dan sarana olahraga bagi pemuda, termasuk lapangan bulu tangkis. Potensi festival Desa Celuak juga dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif desa.

Sardi menegaskan, aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti di forum reses. Ia berkomitmen mengawal berbagai usulan tersebut melalui DPRD Provinsi maupun koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan desa.

“Mana yang menjadi kewenangan provinsi akan kami perjuangkan di provinsi, dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kabupaten maupun pemerintah desa akan kita komunikasikan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Celuak dan tokoh masyarakat. Pada akhir kegiatan, Sardi menyerahkan cenderamata berupa baju kaos dan bola olahraga secara simbolis kepada warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!