SPBU Pangkal Balam hingga Girimaya Padat, Antrean Pertalite Mengemuka

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Sep 2026 18:52 10 dika okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Antrean panjang kendaraan kembali mengular di sejumlah SPBU Kota Pangkalpinang, Jumat (18/9/2026). Sejak pagi hingga sore, pengendara harus rela menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Pantauan Radak Babel di tujuh SPBU pada waktu berbeda menunjukkan aktivitas pengisian BBM tidak berlangsung seragam. Di beberapa lokasi, kendaraan tampak memadati jalur pengisian dan pengendara harus menunggu giliran. Namun, di titik lainnya kondisi masih relatif lengang.

Gambaran paling mencolok terlihat di SPBU Pangkal Balam. Sekitar pukul 11.47 WIB, kendaraan tampak ramai mengantre untuk mendapatkan BBM. Aktivitas pengisian berlangsung cukup padat dibandingkan SPBU Selindung yang dipantau beberapa menit sebelumnya.

Situasi ramai juga terpantau di SPBU Pasar Pagi sekitar pukul 13.47 WIB. Kendaraan terlihat memenuhi area pengisian dan antrean pengendara menjadi bagian dari aktivitas yang terlihat di lokasi.

Kepadatan berlanjut di SPBU Kampung Keramat. Pantauan sekitar pukul 14.03 WIB menunjukkan kendaraan berdatangan dan melakukan pengisian BBM secara bergantian.

Selanjutnya, sekitar pukul 14.30 WIB, SPBU Kejora juga terpantau ramai. Kondisi serupa kembali terlihat di SPBU Girimaya pada pukul 14.37 WIB, dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat di area pengisian. Namun, fenomena tersebut tidak terjadi di seluruh SPBU.

SPBU Selindung, yang dipantau sekitar pukul 11.41 WIB, masih terlihat relatif lengang. Kendaraan yang melakukan pengisian BBM belum menunjukkan antrean panjang.

Kondisi hampir serupa ditemukan di SPBU Kampung Dul. Pada pukul 14.24 WIB, jumlah kendaraan yang mengisi BBM tidak terlalu padat jika dibandingkan dengan sejumlah SPBU lainnya.

Ririn (23), seorang pengendara yang ditemui di sekitar SPBU Pangkal Balam, mengatakan antrean mulai terasa sejak menjelang siang. Menurutnya, ia memilih mengisi Pertalite di lokasi tersebut karena lebih dekat dengan jalur aktivitasnya.

“Antreannya memang cukup panjang, tetapi masih bergerak. Saya memilih di sini karena lokasinya paling dekat dengan tempat kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Septra (41) pengendara lainnya yang ditemui di SPBU Pasar Pagi menyebut kepadatan kendaraan tidak selalu berlangsung sepanjang hari. Ia mengaku sempat melihat kondisi lebih lengang pada waktu sebelumnya.

“Tadi pagi belum seramai ini. Mungkin karena banyak orang mengisi setelah aktivitas siang atau kebetulan kendaraan datang bersamaan,” katanya.

Pertalite Jadi Titik Perhatian

Perbedaan kepadatan antar-SPBU ini menjadi gambaran menarik mengenai pola pergerakan pengendara dalam memperoleh BBM di Pangkalpinang.

Ketika sebagian SPBU terlihat lengang, SPBU lain justru dipadati kendaraan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa antrean tidak semata-mata menggambarkan kondisi seluruh SPBU secara bersamaan, tetapi sangat dipengaruhi lokasi, waktu, arus kendaraan, serta kebutuhan masyarakat.

Dari tujuh SPBU yang dipantau, lima titik terpantau ramai, yakni Pangkal Balam, Pasar Pagi, Kampung Keramat, Kejora dan Girimaya. Sementara dua titik, Selindung dan Kampung Dul, relatif lengang pada saat pengamatan.

Antrean tersebut juga menjadi perhatian karena Pertalite masih menjadi salah satu BBM yang banyak dicari masyarakat. Setiap perubahan pola pasokan, distribusi, maupun meningkatnya kebutuhan kendaraan berpotensi langsung terlihat dari panjang-pendeknya antrean di SPBU.

Meski demikian, pantauan lapangan ini tidak serta-merta membuktikan adanya kelangkaan Pertalite. Kondisi antrean dapat berubah dalam hitungan menit mengikuti kedatangan kendaraan, waktu pengiriman BBM, maupun pola konsumsi masyarakat.

Karena itu, antrean di sejumlah SPBU Pangkalpinang pada Jumat siang tersebut lebih tepat dibaca sebagai potret situasi lapangan pada waktu tertentu, bukan kesimpulan menyeluruh mengenai ketersediaan BBM di seluruh wilayah.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, mengapa antrean terkonsentrasi di sejumlah SPBU, sementara SPBU lainnya relatif lengang pada waktu yang hampir bersamaan?

Pertanyaan mengenai pola distribusi, volume pasokan, dan pergerakan permintaan BBM menjadi hal yang masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut. (Yuda/Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!