PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Program bantuan pangan beras periode Juli hingga September 2026 mulai disalurkan di Kota Pangkalpinang, menyasar total 19.808 penerima manfaat. Penyaluran tahap pertama berlangsung Selasa (8/9/2026) di Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, dan akan berlanjut secara bertahap ke enam kecamatan lainnya.
Dinas Pangan setempat menegaskan daftar nama penerima mutlak ditetapkan pemerintah pusat, pihak daerah hanya berperan menyalurkan sesuai data resmi yang dikirimkan.
Bantuan ini menjadi harapan nyata bagi warga yang hidup dalam keterbatasan, khususnya para lanjut usia yang tak lagi memiliki penghasilan.
Abdul Kadir, warga berusia 80 tahun yang tinggal di RT 04/RW 01 Semabung Lama, kembali menerima jatah kali ini sebanyak 30 kilogram beras. Baginya, bantuan ini sangat berharga karena sudah tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah.
“Terima kasih, saya senang hati dapat beras bantuan dari pemerintah. Kita beras tidak beli lagi,” ujar Abdul Kadir usai menerima bantuannya.
Ini adalah kali kedua ia mendapat dukungan program ini. Pada penyaluran sebelumnya, ia memperoleh 20 kilogram beras ditambah empat liter minyak goreng. Selain itu, warga lanjut usia ini juga rutin menerima bantuan tunai setiap tiga bulan sekali. Seluruh dukungan pemerintah itu menjadi tumpuan utama kebutuhan sehari-harinya.
“Terbantu sekali. Bapak kan sudah tidak kerja, jadi dapat beras ini sangat berarti,” ungkapnya.
Di usia yang sudah menginjak delapan dekade, satu harapan besar ia sampaikan: agar bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan terus berjalan dan tidak terputus di tengah jalan.
“Harapannya terus-terusanlah sampai akhir masa kami ini. Jangan sampai berhenti atau putus-putus di tengah jalan,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Nurhana (70 tahun) juga datang mengambil haknya. Ini kali kedua ia menerima bantuan pangan, namun kondisinya kini lebih berat dibanding periode lalu, suaminya sedang sakit sehingga ia harus mengurus segala kebutuhan sendiri, sementara kesehatannya pun mulai tak sekuat dulu.
Kehidupan rumah tangga pasangan ini sangat bergantung pada ketiga anak mereka, dua orang putri yang sudah berkeluarga dan satu putra yang masih bekerja. Segala kebutuhan makan dan kebutuhan dasar lainnya banyak ditanggung anak-anak.
“Kalau kami makan, anaklah yang menanggung semuanya,” jelas Nurhana.
Bantuan beras yang diterimanya meringankan beban anak-anaknya yang rutin mengirim uang untuk belanja kebutuhan pokok setiap bulan.
“Biasanya anak kirim uang, langsung dipakai beli beras dulu. Kalau sudah habis, baru dikirim lagi untuk kebutuhan harian. Jadi bantuan ini cukup membantu meringankan beban mereka,” katanya bersyukur.
Sebagai pesan penutup, Nurhana menyampaikan rasa terima kasih tulus sekaligus doa bagi pemerintah yang tetap memerhatikan nasib warga sederhana seperti dirinya.
“Terima kasih banyak atas bantuannya. Semoga semuanya sehat dan panjang umur,” ucapnya lembut.
Sekretaris Dinas Pangan Kota Pangkalpinang, Mashur Samsuri, menjelaskan bahwa perubahan nama dalam daftar penerima dibanding periode sebelumnya adalah dampak pemutakhiran data nasional berbasis Data Terpadu Penanganan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial (P3KE).
Sasaran ditetapkan hanya bagi kelompok masyarakat golongan desil 1 hingga 4. Pemerintah daerah tidak memiliki wewenang sedikit pun untuk mengubah, menambah, atau mencoret nama di luar data yang dikirimkan pusat.
“Kami hanya menerima dan melaksanakan apa yang sudah diverifikasi dan ditetapkan pemerintah pusat. Bukan kami yang menentukan siapa berhak menerima,” tegas Mashur.
Selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga terus memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar guna mencegah kenaikan yang merugikan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Jika diperlukan, operasi pasar akan segera dilaksanakan untuk menjaga kestabilan harga sembako.
Cerita Abdul Kadir dan Nurhana menjadi gambaran nyata, bantuan pangan bukan sekadar penyaluran beras, melainkan bukti kehadiran negara yang memberi ruang bernapas bagi warga paling rentan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.(OB/W*)
Tidak ada komentar