Wilda afriani, S.S., M.Pd.
Dosen Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Bangka Belitung
OKEYBOZ.COM, OPINI — Bahasa adalah alat untuk komunikasi yang digunakan oleh manusia. Bahasa yang sering digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa daerah dan Bahasa Indonesia. Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang perlu dilestarikan eksistensinya.
Namun, dalam penggunaannya Bahasa Indonesia sering terkontaminasi oleh bahasa daerah. Gejala terkontaminasinya Bahasa Indonesia oleh bahasa daerah dapat dijumpai pada kehidupan sehari-hari.
Meskipun penggunaan Bahasa Indonesia yang terkontaminasi oleh bahasa daerah tidak mengganngu kegiatan komunikasi, namun hal ini tidak sesuai jika digunakan pada media massa dan acara formal.
Pada masa kini penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar mulai memudar di kalangan masyarakat termasuk para mahasiswa. Hal ini disebabkan karena bahasa Indonesia telah terkontaminasi oleh bahasa daerah dalam penggunaannya dalam berkomunikasi antar individu.
Di zaman ini para masyarakat sampai anak muda lebih sering menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah daripada menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah bagi sebagian orang berguna untuk menunjukkan citra dirinya dalam pergaulan.
Dapat dibayangkan jika beberapa tahun kemudian banyak orang yang tidak mengetahui dan tidak bisa membedakan mana bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan mungkin tidak dapat membedakan mana yang merupakan kosakata bahasa daerah atau kosakata bahasa Indonesia.
Dalam penggunaannya masyarakat lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang telah terafiliasi oleh bahasa daerah, baik secara pengucapaan maupun arti bahasa tersebut. Kebiasaan penggunaan bahasa daerah ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional yang dicetuskan pada sumpah pemuda. Karena pada kenyataannya masyarakat belum mengetahui secara mendalam tentang Bahasa Indonesia yang baku dan benar, termasuk di kalangan mahasiswa yang lebih umum menggunakan bahasa daerah dalam hal berkomunikasi.
Selain itu, dalam kondisi akademik seperti presentasi terkadang ditemukan penggunaan bahasa daerah yang dilakukan secara spontan karena telah terbiasa digunakan dikehidupan sehari-hari. Begitu juga ketika berkomunikasi dengan dosen terkadang ditemuakan penggunaan bahasa daerah secara spontan. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bahasa Indonesia sering digunakan oleh masyarakat dalam kehidupannya untuk berinteraksi, kerja sama dan berkomunikasi. Kebijaksanaan pembakuan bahasa, pedoman peristilahan, pedoman penyerapan dan sebagainya, terus dilakukan agar bahasa Indonesia mencapai kesempurnaan dan dapat menunjukkan jati dirinya. Dosen bahasa Indonesia memiliki peran yang amat penting dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan peran dosen yang lebih banyak khususnya dalam dunia pendidikan dapat dijadikan contoh untuk membina bahasa Indonesia yang baik di lingkungan pendidikan.
Tidak ada komentar