
Editor: Aditya
OKEYBOZ.COM, BANGKA SELATAN — Kesulitan mencari mata pencaharian dan ketiadaan pekerjaan kembali menjadi pemicu tindak kriminal di Kabupaten Bangka Selatan. Seorang warga Toboali, berinisial KNR, yang diketahui sebagai residivis, nekat mencuri sepeda motor milik AA. Motor yang dicuri adalah Honda Vario merah berplat BN 3794 EB, dengan nomor rangka MH1JM4112NK851049 dan nomor mesin JM41E1860365.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 3 Januari 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, korban AA memarkirkan motornya di halaman rumah temannya di Jl. Air Medang, Kecamatan Toboali. Hingga pukul 22.00 WIB, AA baru menyadari motornya hilang setelah seorang teman bertanya kendaraan yang ia gunakan. Korban bersama teman-temannya sempat mencari di sekitar lokasi, namun motor tidak ditemukan.
AA segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangka Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Pengungkapan Kasus oleh Polisi
Plt. Kasi Humas Polres Bangka Selatan, Ipda GJ Budi, SH, mengungkapkan bahwa laporan korban langsung ditindaklanjuti oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bangka Selatan. Berdasarkan penyelidikan, polisi menduga pelaku pencurian adalah KNR, residivis yang baru bebas sekitar enam bulan lalu dari kasus pertambangan ilegal.
“Setelah mengumpulkan informasi, pada Sabtu, 4 Januari 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, anggota Sat Reskrim bergerak ke kediaman terduga pelaku di Jl. Air Medang. Di lokasi, pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti, yaitu sepeda motor Honda Vario milik korban,” jelas Ipda Budi.
Pengakuan Pelaku
KNR mengakui perbuatannya. Ia mengungkapkan bahwa saat hujan turun, ia nekat mendorong motor yang terparkir di halaman rumah tersebut. “Pelaku mengaku mencuri motor itu untuk dimiliki karena dirinya tidak memiliki kendaraan,” lanjut Budi.
Tersangka dan Barang Bukti Ditahan
Kini, KNR ditahan di Rutan Polres Bangka Selatan. Ia dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Barang bukti berupa sepeda motor telah diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menyoroti sulitnya kondisi ekonomi yang memicu tindakan kriminal di masyarakat. Namun, aparat kepolisian berharap kasus ini menjadi pelajaran agar masyarakat tidak mengambil jalan pintas untuk mengatasi kesulitan hidup.
Tidak ada komentar