Dessy Ayutrisna Sambut Gembira Pembangunan YPAC, Bangun Masa Depan dan Harapan Baru Anak Istimewa

waktu baca 4 menit
Rabu, 3 Jun 2026 15:08 38 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Momen bersejarah bagi dunia pendidikan khusus di Pangkalpinang tercipta pada Rabu (3/6/2026). Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, secara resmi menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) milik Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Pangkalpinang yang berlokasi di Jalan Kelompok, Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan yang telah ditunggu-tunggu selama hampir 40 tahun oleh keluarga besar YPAC dan masyarakat setempat.

Suasana acara berlangsung meriah dan hangat sejak awal, diawali dengan penampilan tari sambut yang memukau dari anak-anak binaan YPAC Pangkalpinang. Kehangatan semakin terasa saat Chelsea, salah satu siswa, menyuguhkan penampilan nyanyian dengan suara yang merdu, menghibur seluruh tamu undangan yang hadir mulai dari perwakilan instansi pendidikan, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum.

Dessy Ayutrisna menyambut gembira langkah strategis ini dan menegaskan bahwa kehadiran gedung baru tersebut adalah bukti nyata komitmen pemerintah serta negara dalam menjamin hak setiap warga negara mendapatkan pendidikan yang setara, tanpa terkecuali.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Pendidikan, YPAC Pusat, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan fasilitas ini demi masa depan anak berkebutuhan khusus di daerahnya.

“Saya mengapresiasi dukungan yang diberikan Kementerian Pendidikan, Pemerintah Kota Pangkalpinang, serta dukungan penuh dari Ketua YPAC Pusat,” Ucapnya.

“Saat ini baru ada 19 cabang YPAC di seluruh Indonesia, sehingga keberadaan lembaga ini di sini sangatlah penting dan menjadi perhatian utama. Keberadaan gedung baru ini menjadi bukti bahwa anak-anak kita yang berkebutuhan khusus tetap menjadi prioritas dan berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama baiknya dengan anak lainnya,” tegas Dessy.

Lebih lanjut, Dessy Ayutrisna berharap fasilitas baru ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelatihan keterampilan, pelayanan medis, serta pendampingan yang lengkap dan berkualitas.

Hal ini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak secara maksimal, sehingga kelak mereka mampu hidup mandiri dan memiliki daya saing.

Terkait dukungan lanjutan dari Pemerintah Kota, Dessy menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan bantuan sejalan dengan kemampuan dan alokasi anggaran daerah yang tersedia.

Sementara itu, Ketua Pembina YPAC Pangkalpinang, Andi Fikri, mengungkapkan rasa syukur dan haru yang mendalam.

Ia menceritakan perjuangan panjang mewujudkan gedung sekolah ini. Selama ini, kegiatan belajar mengajar YPAC, menumpang di aset milik PT Timah hingga akhirnya memperoleh hibah tanah seluas sekitar 1,4 hektar pada tahun 2019, serta mendapatkan dukungan dana pembangunan dari pemerintah pusat senilai sekitar 3,2 miliar rupiah. Pembangunan gedung diperkirakan memakan waktu sekitar lima bulan ke depan.

“Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada Johan Ridwan yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya, serta seluruh pihak yang terus mendukung kami baik berupa dana, tenaga, maupun pemikiran,” tuturnya penuh haru.

“Kini impian yang sudah lama kami genggam dan perjuangkan akhirnya bisa kami wujudkan demi kenyamanan dan masa depan cerah bagi anak-anak kami,” ujar Andi di hadapan para tamu.

Ketua YPAC Nasional, Farida Ratna Juwita, turut menyambut baik dimulainya pembangunan ini sebagai tonggak sejarah pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dan khusus dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus, serta perlunya pembinaan keterampilan agar mereka mampu berkarya dan mandiri.

Berdasarkan data tahun 2018, tingkat partisipasi pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas di Indonesia baru mencapai sekitar 4,24 persen.

Oleh karena itu, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak seperti ini menjadi sangat krusial untuk meningkatkan angka partisipasi tersebut sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anak.

Harapan kami, sekolah ini tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga pusat pengembangan bakat dan keterampilan.

“Hasil karya anak-anak kami bahkan berpotensi dikembangkan menjadi cenderamata khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bernilai jual. Selain itu, kami juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga dan orang tua agar mampu mendampingi anak-anak mereka dengan cara yang paling tepat,” jelas Farida.

Acara ini menjadi bukti nyata sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan anak.

“Dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pangkalpinang dan berbagai pihak lainnya, diharapkan fasilitas pendidikan yang baru dibangun ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya, melahirkan anak-anak yang mandiri, berprestasi, berdaya guna, dan berguna bagi nusa serta bangsa,” tutupnya.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!