Pemkab Bateng Bergerak, Aksi Donor Darah Jadi Solusi Krisis Stok di PMI

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 08:14 31

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Bangka Tengah tidak berhenti pada seremoni tahunan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bangka Tengah menggelar aksi donor darah di RSUD Drs. H. Abu Hanifah. Selasa (21/4/2026)

Kegiatan kemanusiaan tersebut turut dipantau langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, didampingi Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus, serta Kepala RSUD Drs. H. Abu Hanifah, dr. Dianing. Aksi ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.

Ketua PMI Bangka Tengah, Maya Dwie Kusumah, mengungkapkan kondisi stok darah di wilayah tersebut sempat berada pada titik kritis. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir PMI mengalami kesulitan besar untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien, mulai dari penderita talasemia hingga ibu yang akan menjalani persalinan.

“Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa stok darah di Bangka Tengah sudah beberapa hari ini kosong total. Akibatnya, warga yang membutuhkan darah, seperti penderita talasemia, ibu melahirkan, maupun pasien penyakit lainnya, sangat kesulitan mendapatkannya,” ujar Maya.

Ia menilai momentum Hari Kartini menjadi penggerak solidaritas yang cukup efektif, terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Bangka Tengah.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan darah yang mendesak di Bangka Tengah,” tambahnya.

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, memberikan apresiasi atas antusiasme para pendonor. Ia menegaskan pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran yang mendorong ASN agar rutin mendonorkan darah sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sudah mengeluarkan surat edaran dan mengimbau seluruh ASN untuk rutin melakukan donor darah. Setidaknya, setiap hari Jumat ada ASN yang ikut mendonorkan darahnya,” kata Efrianda.

Ia menambahkan, hingga pukul 11.00 WIB, jumlah darah yang berhasil terkumpul mendekati 50 kantong. Capaian tersebut dinilai cukup signifikan mengingat kebutuhan darah di RSUD Abu Hanifah tergolong tinggi, khususnya bagi pasien anak yang membutuhkan transfusi secara berkala.

“Per pukul 11.00 tadi, sudah terkumpul hampir 50 kantong darah. Ini sangat membantu, karena rumah sakit kita memiliki poli yang setiap minggunya membutuhkan pasokan darah, terutama untuk anak-anak yang harus menjalani transfusi rutin,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Bangka Tengah juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memperkuat layanan kemanusiaan, termasuk pembangunan gedung PMI yang lebih representatif melalui dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Karena tentu saja, negeri ini selalu bergerak cepat kalau urusannya menunggu hibah dan proses aset.

“Kami sudah mendapat lampu hijau dari salah satu perusahaan di Bangka Tengah untuk pembangunan gedung melalui dana CSR. Pemerintah daerah akan menyiapkan lahannya, dan saat ini sedang berproses untuk dihibahkan kepada PMI. Mohon doanya agar segera terealisasi,” ujar Efrianda.

Sementara itu, Maya mengajak masyarakat agar tidak ragu untuk mendonorkan darah secara rutin, karena selain bermanfaat bagi kesehatan pendonor, tindakan tersebut juga dapat menyelamatkan nyawa sesama.

“Untuk warga Bangka Tengah, jangan takut donor darah, karena ini juga baik untuk kesehatan kita sendiri. Donor darah adalah langkah nyata untuk memberi manfaat dan menyelamatkan sesama. Mari kita rutin donor darah agar terus bisa membantu yang membutuhkan,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!