Launching destinasi wisata alam berkonsep padang rumput hijau bertajuk Rumput Hijau dan Green Hauz Cafe, (dok : Radak) BANGKA, OKEYBOZ.COM – Sebuah inovasi pemanfaatan lahan paska-tambang hadir di Kabupaten Bangka. Lahan seluas puluhan hektare bekas galian timah di Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, kini disulap menjadi destinasi wisata alam berkonsep padang rumput hijau bertajuk Rumput Hijau dan Green Hauz Cafe.
Pengelola Rumput Hijau dan Green Hauz Cafe, Zili, menyampaikan bahwa kawasan wisata ini berdiri di atas total lahan seluas sekitar 30 hektare, di mana 14 hektare di antaranya telah dimanfaatkan dan ditata secara optimal.
”Sebenarnya ini area eks tambang timah. Pemilik kawasan berinisiatif mengubah bekas lahan tambang ini menjadi objek wisata berkonsep hamparan rumput hijau,” ujar Zili saat ditemui di lokasi, Sabtu.(10/10)
Saat ini, fasilitas utama yang disajikan kepada pengunjung adalah area terbuka hijau dan layanan kafe yang baru saja beroperasional secara resmi. Pengelola juga berencana mengembangkan fasilitas pendukung lain secara bertahap, mulai dari area driving golf hingga konsep outdoor wedding venue bernuansa alam.
Mengenai aksesibilitas pengunjung, pengelola menerapkan kebijakan khusus bagi warga sekitar. Warga Desa Kace Timur dan Kecamatan Mendo Barat diberikan akses masuk secara gratis. Sementara bagi pengunjung luar daerah, dikenakan biaya retribusi kendaraan sebesar Rp10.000 untuk sepeda motor dan Rp20.000 untuk mobil.
”Retribusi ini dihitung per kendaraan, bukan per orang. Tiket masuk tersebut berupa voucher yang dapat ditukarkan langsung dengan makanan atau minuman di minimarket kawasan wisata,” jelasnya.
Untuk jam operasional, kawasan Rumput Hijau dibuka sejak pagi hingga pukul 18.00 WIB. Sedangkan fasilitas kafe melayani pengunjung mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Zili menambahkan, pemandangan matahari terbenam (sunset) pada sore hari antara pukul 16.00 hingga 17.30 WIB menjadi daya tarik paling favorit yang diminati masyarakat. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat area peternakan kerbau milik pengelola lama yang tetap dipertahankan di dalam kawasan tersebut.
Terkait dengan fasilitas berkemah (camping), pengelola menyatakan belum dapat menyediakannya dalam waktu dekat mengingat keterbatasan sistem pengamanan serta izin operasional di lahan yang sangat luas.
Pengelola berharap adanya sinergi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah desa, serta dinas terkait agar operasional dan perizinan tempat wisata ini berjalan lancar.
”Harapan kami kepada pemerintah daerah maupun pemerintah desa setempat adalah dukungan penuh. Jangan sampai proses perizinan dan administratif dipersulit, karena keberadaan wisata ini bertujuan membawa dampak positif bagi daerah,” tutup Zili.( SMSI BANGKA)
Tidak ada komentar