KWT Andalan Ketahanan Pangan, Dinas Pangan Pangkalpinang Bidik 42 Kelurahan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Okt 2026 12:18 14 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang menargetkan setiap kelurahan di wilayahnya memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif, sehingga totalnya mencapai 42 kelompok. Langkah ini diambil sebagai strategi utama memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber penghasilan baru bagi warga, khususnya perempuan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Mashur Samsuri, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan panen sawi batang putih di KWT Pandan Sari, Kelurahan Gedung Nasional, Sabtu (24/10/2026).

“Saat ini sudah ada 23 KWT yang tersebar di tujuh kecamatan. Ke depan, kita ingin seluruh 42 kelurahan di Kota Pangkalpinang memiliki KWT yang berjalan aktif. Ini salah satu upaya mendorong ekonomi kreatif melalui ibu-ibu KWT dengan semangat menanam,” ujar Mashur.

Pengembangan KWT dinilai sangat strategis mengingat luas wilayah Pangkalpinang hanya sekitar 118,41 km² dengan lahan pertanian terbatas. Pertanian perkotaan atau urban farming menjadi solusi tepat, dengan beragam metode mulai dari budidaya sayuran, hidroponik, hingga potensi pengembangan tanaman hias seperti bonsai.

Hasil yang telah dicapai pun terlihat nyata. KWT Pandan Sari mampu memanen sekitar 50 kilogram sawi setiap bulan, sementara salah satu KWT di Kelurahan Selindung Baru bahkan mencapai 70 kilogram per masa panen. Hasil tersebut sebagian dikonsumsi warga dan sebagian lagi dijual.

“Awalnya mereka mendapat bantuan, termasuk bibit. Setelah berjalan dan menghasilkan, hasil penjualannya bisa digunakan kembali untuk membeli bibit sehingga kelompok dapat terus berproduksi secara mandiri,” jelasnya.

Program ini telah berjalan sekitar tiga tahun lalu. Setiap satu modul sarana budidaya disiapkan dengan nilai sekitar Rp20 juta, mencakup bangunan, perlengkapan, hingga penyediaan bibit di awal.

Namun belum semua berjalan lancar. Sebagian KWT mengalami kendala, seperti kerusakan sarana, termasuk atap modul yang rusak sehingga tidak bisa digunakan, serta kepengurusan yang tidak lagi aktif.

Karena itu, Dinas Pangan dan Pertanian berencana mengumpulkan seluruh pengurus KWT untuk mengevaluasi kondisi dan mendorong pengaktifan kembali kelompok yang terhenti.

Mashur berharap keberadaan KWT terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Selain menghasilkan nilai ekonomi, kegiatan menanam juga memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan karena masyarakat lebih dekat dengan tanaman hijau,” tutupnya.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!